Tetangga Jadi Sasaran Saat ODGJ Ngamuk

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Lamongan – Kebutuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih sering terabaikan karena kurangnya pengetahuan keluarga dan masyarakat. Kendala yang dihadapi Sofyan Dusun Ngembet Desa Banjarmadu Kecamatan Karanggeneng adalah ketidaktahuan cara merayu ODGJ untuk melerai agar tidak brutal di dalam lingkungan Masyarakat, ketakutan terhadap ancaman, perilaku kekerasan, penggunaan senjata tajam, serta ketakutan terhadap ancaman bahwa ODGJ akan membalas orang yang membawa ke rumah sakit, Rabu (27/11/2019).

Ketidaktahuan dan ketidakmampuan masyarakat ini menginspirasi Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Puskesmas Kecamatan karanggeneng membuat terobosan Pelayanan Penjemputan Pasien Ngamuk (Supi’i Pas Ngamuk) untuk memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi keluarga dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Keinginan dan komitmen kuat KUPT Puskesmas Karanggeneng Kabupaten Lamongan melatarbelakangi lahirnya inovasi ini. Supi’i Pas Ngamuk hadir untuk memberikan pelayanan yang profesional dan manusiawi kepada ODGJ.

“Pasien ngamuk adalah pasien sakit jiwa yang biasanya dijemput dengan tidak manusiawi kami jemput dengan manusiawi, menghadirkan peralatan yang cukup, nilai-nilai kemanusiaan dan kepakaran,” ungkap Dr.puji puskesmas Karanggeneng dan wawancara Analisapublik.com Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2019, di Kantor Puskesmas, Karanggeneng.

Penanganan ODGJ yang tidak tepat dan kurang professional, menurut Dr.Puji, akan menimbulkan masalah baru. Beberapa ODGJ dibawa oleh keluarga dengan posisi diikat menggunakan tali rafia, tali tambang, stagen, selendang, karet ban dengan simpul yang sangat kuat, tidak beraturan, dan sulit untuk dilepas. Tidak jarang penanganan ini menimbulkan luka pada area yang diikat, pembengkakan, patah tulang bahkan kelumpuhan anggota gerak.

Pelayanan penjemputan pasien ngamuk ini mendapat respon yang baik dari masyarakat karena memudahkan dalam membawa ODGJ berobat ke rumah sakit, meminimalkan cedera, dan kejadian lainnya yang membahayakan pasien, keluarga, dan masyarakat. “Aplikasi ini membuat keluarga senang dan mereka para ODGJ aman,”.

Pelayanan penjemputan pasien menjadi implementasi dari Seruan Nasional Stop Stigma dan Diskriminasi terhadap ODGJ, yaitu senantiasa memberikan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan, baik akses pemeriksaan, pengobatan, rehabilitasi, maupun reintegrasi ke masyarakat pascaperawatan di rumah sakit jiwa atau panti sosial. Supi’i Pas Ngamuk merupakan salah satu contoh inovasi yang melibatkan peran masyarakat secara langsung.

Pelayanan penjemputan pasien dengan cara yang profesional, manusiawi, dan menjamin keamanan dapat menjadi contoh untuk masyarakat tentang penanganan ODGJ yang tepat. Pengetahuan yang didapatkan ini akan mengikis stigma negatif dan menumbuhkan kesadaran bahwa ODGJ harus diperlakukan dengan baik. Tidak hanya perlakuan yang baik, ODGJ juga berhak untuk mendapat layanan kesehatan.

Sofyan berharap usaha baik ini dapat terus dilakukan. Inovasi Supi’i Pas Ngamuk dapat menjadi gerbang pembuka perbaikan penanganan ODGJ. Melalui perawatan dan pemberian dukungan yang tepat dan profesional, ODGJ diharapkan dapat berperan optimal dalam kehidupan sosialnya sehingga mereka tidak menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat. “Supi’i Pas Ngamuk juga udah teruji sudah lama, jadi tentu harus dilanjutkan,” pungkasnya.

(Kabiro Lmg : M Nur)


Loading...

Pos terkait

Loading...