Khaul Ky Musyafa Pendiri Ponpes Al Musyaffa

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kendal – Pondok Pesantren Al Musyaffa’ yang terletak di ujung Desa Sudipayung Kecamtan Ngampel Kabupaten Kendal Jawa Tengah di banjiri ribuan pengunjung saat acara Khaul Ky Musyaffa’ yang dilaksanan di halaman SMP Almusyaffa, Kamis (28/11/2019).

Acara rutinan yang dilaksanakan oleh Pon-pes Al Musyaffa’ setiap setahun sekali yakni dalam rangka memperingati Hari Khaul sesepuh pendiri Pondok Pesantren Almusyaffa’ selalu ramai di padati oleh pengunjung.

Bacaan Lainnya

Namun kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelum. Khaul kali ini lebih ramai lagi.

Pasalnya, para pengunjung tidak hanya dari kota Kendal saja, namun dari beberapa luar daerah ikut meramikan acara khaul tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Biro Kesra Jateng, Muhammad Maksum, Forkopinda, Forkopincam, serta kiyai-kiyai sepuh yang ada di Kendal.

Dalam acara tersebut panitia juga menghadirkan sosok Ky sepuh NU yaitu Habib Lutfi bin Yahya untuk mengisi tausyiah dalam acara Khaul tersebut.

Salah satu Panitia, Ahmad Taufiq, mengatakan, bahwa Khaul kali ini akan berlangsung sangat meriah, karna yang kita undang untuk mengisi acara tersebut yaitu tokoh-tokoh Nasional yakni Habib Lutfi dan Gus Muwafiq.

” Kami sudah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk acara ini, karna saya yakin acaranya akan ramai dan pengunjung pasti akan memludak dari perkiraan kita,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut Geburnur Jateng tidak bisa hadir karna ada halangan yang tidak bisa ditinggalkannya, namun ada perwakilan dari Pemprov Jateng.

” Kami sangat mengapresiasi jasa jasanya beliau dalam menyebarkan agama Islam dipesantren. Terutama dalam peran mewujudkan agama Islam yang rohmatan lil’alamin

Pesan saya jangan lalai, dan manfaatkanlah masa mudamu untuk menuju pendidikan yang lebih tinggi,” kata Biro Kesra Jateng Muhammad Maksum saat sambutan dalam acara khaul tersebut.

Ia menambahkan, bahwa budidaya Jawa di era zama sekarang hampir terkikis, termasuk budidaya pesantren. Maka dari itu kita harus mewajibkan diri untuk nguri-nguri atau menjaga budaya- budaya pesantren dan merawat bentuk-bentuk budaya Jawa.

” Seperti halnya melestarikan budaya pakaian adat Jawa,” paparnya.

Pendiri Pon-Pes Al Musyaffa’, merupakan salah satu tokoh agama yang ikut berperan menyebarkan agama Islam di Kendal melalui Pondok Pesantren.

Jasa Ky Musyaffa’ dalam menyebarkan agama Islam di Kendal sangatlah banyak, terutama di desa Sudipayung.

” Jangan hanya pendidikan umum saja yang harus kita cari, namun pendidikan agama juga tidak kalah penting dengan pendidikan umum,” sambut Ky Mukhlis saat mengisi dalam acara Khaul Ky Musyaffa’.

Ia melanjutkan, Santri yang ada di pondoknya kurang lebih 1800 ( termasuk yang ikut sekolah di SMP, SMK) 1800 itu diluar siswa SMP dan SMK yang tidak mukim di pesantren.

” Kami minta do’a kepada para pengunjung supaya santri-santri nanti bisa memanfaatkan ilmunya kelak jika sudah mukim, dan bisa jadi kiyai di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.

(Zamroni)


Loading...

Pos terkait

Loading...