KUA Natal : Bimbingan Perkawinan Pranikah Untuk Mewujudkan Keluarga Samara

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Kantor urusan agama (KUA) kecamatan natal melaksanakan Bimbingan perkawinan pra nikah bagi calon pengantin (Catin) yang berlangsung hari ini, Sabtu 30 November 2019 yang di ikuti sekitar 70 pasang atau 140 peserta yang terbagi dalam 2 angkatan, yaitu angkatan XI dan XII.

Hal tersebut disampaikan Kepala kantor Urusan agama (KUA) kecamatan natal Mangku Aulia dalam bimbingan perkawinan pra nikah dihadapan sekitar 70 Pasang yang merupakan para calon pengantin baru yang berasal dari dari 3 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal.

Bacaan Lainnya

Peserta yang mengikuti kegiatan bimbingan pranikah disamping akan bekali materi pokok berumah tangga. peserta juga akan di bagikan sertifikat serta buku panduan keluarga sakinah.

Dalam sambutannya, Kasi Bimas Islam Kemenag Madina H. M. Zainul Khobir, S.Ag. MM Mewakili Plt. Kakankemenag Madina. Mengungkapkan pentingnya bimbingan perkawinan pra nikah bagi calon pengantin baru sebelum memasuki bahtera rumah tangga.

Dalam hal ini Zainul Khobir juga menjelaskan terkait peran Pemerintah melalui kementerian agama dalam melaksanakan bimbingan perkawinan.

Menurut Mangku saat di konfirmasi melalui HP menjelaskan bahwa dalam setahun pemerintah melalui kementerian agama sudah melaksanakan bimbingan perkawinan Pra nikah di Madinah sebanyak Total ada 20 angkatan Bimwin thn 2019, 1angkatan itu 25 pasangan catin atau usia nikah.

Selaku Pelaksana , Mangku Aulia yang juga sebagai Fasilitator BIMWIN yang sudah bersertifikat ini berharap dengan adanya acara ini agar dpt meminimalisir angka perceraian di kabupaten Madina khususnya kecamatan Natal, karena angka percerain di Madina tertinggi nomor 2 di Sumatera Utara.

Kepala KUA Natal juga menjelaskan tujuan pemerintah menyelenggarakan bimbingan pra nikah agar semua keluarga mampu mewujudkan keluarga yang samara, dan untuk mewujudkan keluarga yang samara, perlu adanya upaya kongkrit dari pemerintah dalam hal bimbingan perkawinan, dengan harapan, adanya bimbingan berumah tangga. Keluaraga samara akan tercapai. karena salah satu indikasi banyaknya perceraian akibat ketidaktahuan peran dari kedua masing masing pihak yang bekeluarga, pungkasnya.

(Heri).


Loading...

Pos terkait

Loading...