Satreskrim Polres Blora Berhasil Ringkus Komplotan Pelaku Illegal Logging

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.C0M | Blora – Tim Resmob Satreskrim Polres Blora bersama Polhut KPH Cepu telah berhasil mengamankan lima tersangka pelaku tindak pidana illegal logging atau pencurian kayu jati.

Komplotan tersebut melakukan aksinya di lokasi hutan petak 7091 RPH Cabak, BKPH Cabak, KPH Cepu turut Desa Cabak kecamatan Jiken kabupaten Blora pada Jumat (08/11) lalu.

Bacaan Lainnya

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, SIK, MH, mengatakan bahwa terbongkarnya kasus ini berawal dari adanya informasi aktivitas bongkar muat kayu jati yang diduga tidak dilengkapi dokumen resmi.

“Ketika petugas gabungan melakukan patroli hutan mendapati ada sebuah truk yang berada di tengah hutan dan tidak ada pemiliknya. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan potongan glondongan kayu jati didalamnya,” ucapnya, Senin (02/12/2019).

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan bahwa dari situ petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk melakukan penangkapan para pelaku. Tak perlu waktu lama, akhirnya lima dari sembilan komplotan pelaku illegal logging tersebut berhasil diamankan Tim Resmob ditempat yang berbeda.

“Lima tersangka berhasil kita amankan berikut barang bukti sebuah truk dan 10 batang kayu jati glondongan dengan diameter 40 cm persegi. Sedangkan pelaku yang lain masih dalam DPO,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo menambahkan komplotan pelaku illegal logging ini memiliki peran dan tugas masing-masing.

“Mereka telah membagi tugas, ada yang sebagai mata-mata, ada yang bertugas menebang dan ada yang mengangkut hasil kejahatan kayu jati,” katanya.

Kelima pelaku yang ditahan bernama Legiyono, warga Desa/kecamatan Sumber (Rembang), Budiyono alias Petruk, warga Desa/kecamatan Jiken (Blora), Heri, warga Desa Singonegoro, Jiken (Blora), Sento, warga Desa Kedungprahu, Jiken (Blora), Oktavian Bagus Santoso, warga Desa Cabak, Jiken (Blora).

Atas perbuatannya, para pelaku diancam dengan pasal 12 huruf (C) jo pasal 82 ayat 1 huruf (C) UU RI No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Ancaman hukumannya yakni lima tahun penjara,” jelas Kasatreskrim.

Ternyata, ada salah satu dari tersangka yang bernama Budiyono alias Petruk, merupakan mantan anggota perhutani atau Polisi Hutan sebagai penggerak.

Sedangkan Kepala ADM Cepu Dhadut Sujanto mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Blora yang telah membantu Perhutani dalam menindak pelaku illegal logging.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Kapolres Blora beserta jajarannya yang telah membantu Perhutani dalam menjaga dan menindak pelaku illegal logging maupun kerusakan hutan,” katanya.

(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...