Diduga Edarkan Kosmetik Kecantikan Palsu di Banyuwangi, 2 Wanita Muda Ditangkap Polisi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap kosmetik kecantikan yang diduga palsu. Sebanyak 570 buah senilai Rp 40 juta diamankan sebagai alat bukti.

Dari pengungkapan tersebut, 2 wanita yaitu GVR (26) asal Kecamatan Muncar dan VDP (28) asal Kecamatan Cluring ditetapkan sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

Pengungkapan kosmetik kecantikan merek ‘Giora’ yang sudah beredar dimasyarakat tersebut, berawal dari adanya laporan masyarakat di wilayah Kecamatan Cluring, Banyuwangi yang menyebutkan adanya penjualan kosmetik yang diduga tanpa dilengkapi izin edar.

“Kedua pelaku diamankan di rumah kontrakan GVR di wilayah Cluring, telah mengedarkan sediaan farmasi berupa kosmetik yang tidak terdaftar BPOM” ujar Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara saat konferensi pers di Mapolresta, pada Selasa (3/12/2019).

Ratusan produk kosmetik merek Giora tersebut terdiri dari lima varian, yaitu lotion night 120 botol, lotion day 100 botol, pembersih wajah 100 botol, 150 skin toner, serta 100 body cream.

“Pelaku mengaku jika telah beroperasi kurang lebih selama 3 bulan. Dan untuk penjualan menggunakan Instagram. Dengan nama IG, industri kosmetik,” jelas Kapolresta.

Lebih lanjut, masih Arman, dari hasil penyelidikan kosmetik kecantikan yang tidak dilengkapi izin edar tersebut, telah beredar ke beberapa tempat di Jawa Timur, seperti Madura dan Surabaya.

“Sementara kita lakukan pengembangan, peredaran kosmetik ini di wilayah Jawa Timur, yaitu Madura, Surabaya,” tambahnya.

Menurut Arman, pihaknya akan melakukan pengembangan, agar bisa mengetahui apakah kosmetik tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kulit.

“Kita juga akan menyelidiki apakah mengandung unsur merkuri ataukah bisa menyebabkan kesakitan kepada orang,” katanya.

Akibat perbuatannya itu, kedua pelaku dijerat pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda 1,5 miliar.

(Bud)


Loading...

Pos terkait

Loading...