Tim Pegasus Polsek Sunggal Amankan 5 Pelaku Pencuri Mobil

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Pihak petugas Kepolisian dari Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Sunggal berhasil mengungkap kasus pencurian mobil dengan menangkap lima anggota komplotan pencuri.

Bahkan satu dari lima tersangka merupakan putri kandung dari Pratikno yang kehilangan Mobil Daihatsu Grand Max hitam pelat BK 8350 DC. Para tersangka melakukan aksinya pada Selasa (26/11/2019) lalu.

Muat Lebih

Adapun kelima tersangka yang memiliki peran berbeda itu ialah Siti Pratiwi (30), warga Jalan Stasiun Gang Amal No. 81 Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Hairulsyah alias Irul (41), warga Jalan Stasiun Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Erwin (35), warga Jalan Klambir Lima Gang Alansa No. 55 Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Rudi (39), warga Jalan Binjai Km 10 Gang Jadi Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal dan terkahir Ridwan Iwan (35), warga Jalan Pendidikan Ulayat C Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal.

Dijelaskan Kapolsek Sunggal Kompol Yasir, jika tersangka Siti Pratiwi, merupakan anak kandung dari korban yang merupakan otak pelaku pencurian.

“Dalam menjalankan aksinya dimana setiap para tersangka memiliki peran yang berbeda. Untuk otak pelakunya sendiri adalah putri kandung korban tersebut,” ujar Kapolsek Sunggal didampingi Kanit Reskrim, Iptu Syarif Ginting dalam siaran persnya di Mapolsek Sunggal, Jalan TB Simatupang, Senin, (2/12/2019) sekitar sore hari.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, sedangkan eksekutor dalan aksi pencurian tersebut ialah Hairulsyah alias Irul.

Jadi, putri korban yang merupakan otak pelaku pencurian awalnya mengambil kunci mobil milik orang tuanya. Kemudian dia mengajak Erwin. Ternyata Erwin tidak bisa mengendarai mobil. Akhirnya Erwin mengajak Hairulsyah. Hairulsyah inilah eksekutornya yang membawa mobil dari rumah. Kemudian mereka menitipkan mobil tersebut di rumah yang bernama Ridwan. Sementara itu, yang berperan membantu menjualkan mobil hasil kejahatan itu adalah Rudi.

“Untuk setiap harga kendaraan hasil curian tersebut dijual seharga Rp. 14 Juta, tetapi baru diterima sebesar Rp. 12 Juta, sisa yang ada saat ini barang bukti adalah sebesar Rp. 2,8 Juta. Dan inilah barang bukti yang kita amankan berikut dengan mobilnya,” jelasnya.

“Jadi untuk akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 367 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Kompol Yasir Ahmadi.

(ADE)


Loading...

Pos terkait

Loading...