Mengaku Anggota Polisi, Pria Asal Grobogan Tipu Warga

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Seorang pria bernama Sumijan alias Joko (45), warga RT 03/RW 03 Dusun/Desa Kradenan kecamatan Kradenan kabupaten Grobogan, harus berurusan dengan aparat kepolisian Unit Reskrim Polsek Randublatung. Pasalnya, dia nekat melakukan tindak pidana penipuan dengan modus mengaku sebagai aparat kepolisian.

Kapolsek Randublatung AKP Supriyo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tersangka mengaku sebagai anggota Polisi yang bertugas di Polsek Randublatung untuk mengelabuhi korban,” jawab Kapolsek Randublatung, Rabu (04/12/2019).

Kejadian itu bermula saat korban Susanto (38) warga RT 09/RW 01 Dusun Bantengan Desa Jati kecamatan Jati kabupaten Blora pada Kamis (21/11) berada di sawah tiba-tiba didatangi tersangka yang mengaku sebagai anggota Polsek Randublatung. Kemudian, tersangka menawarkan barang bukti hasil sitaan 2 (dua) unit mesin diesel merk Kubota dengan harga Rp 10.000.000,- bisa dibayar setengah harga dulu dan dilunasi bulan depan.

“Dari situlah korban percaya dan memberikan uang sebesar 5 juta rupiah kepada tersangka untuk membeli mesin disel yang dijanjikan tersebut. Korban memberikan uangnya pada Kamis 21 Nopember 2019 pukul 08.00 wib di jalan Beran turut tanah Kel. Randublatung RT 07/RW 02 Kecamatan Randublatung,” tambah Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan berdasarkan informasi dari masyarakat, akhirnya tersangka dapat diamankan oleh tim Unit Reskrim Polsek Randublatung ketika berada di lokasi taman kota Kelurahan Wulung, Kecamatan Randublatung, kabupaten Blora, pada hari Selasa (03/12) kemarin.

“Pelaku sempat melarikan diri, namun dengan sigap petugas dapat mengamankannya tanpa perlawanan,” jelas Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ternyata tersangka telah melakukan aksi serupa dengan modus yang sama. Pada aksinya yang kedua kali ini, akhirnya dapat digagalkan Polisi.

Akibat perbuatannya, pelaku ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polsek Randublatung. Selain itu, Kapolsek juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah tertipu dengan hal seperti ini.

“Dari perbuatannya, selain mencoreng citra Polri di mata masyarakat, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.

(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...