Moeldoko Letakkan Batu Pertama Pembangunan Monumen Jenderal Besar A.H. Nasution

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Rencana pembangunan Monumen Jendral Besar Abdul Haris Nasution akan dimulai, ditandai peletakan batu pertama oleh Kepala staff kepresidenan RI Panglima Jenderal Moeldoko, di komplek perkantoran payaloting kabupaten mandailing natal, Minggu, (8/12/19).

Kesempatan itu dilakukannya dalam rangkaian kunjungan kerja ke kabupaten mandailing natal yang disambut baik oleh bupati Drs. Dahlan Hasan Nasution, ketua DPRD Madina, kapolres, Danrem, Dandim, Forkopimda, Tokoh Agama/Adat, OKP dan Ormas.

Bupati madina ucapkan selamat datang kepada Bapak Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko, dan menyampaikan beberapa hal bahwa Kabupaten Madina adalah kota yang berbeda dengan kota yang lain yang melekat dengan sejarahnya.

“Selamat datang kepada Bapak Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko, bahwa Kabupaten Madina ini adalah kota yang berbeda dengan kota lainnya, yang begitu melekat dengan sejarahnya,” jelas Bupati.

“Ini dibuktikan pada saat pengibaran bendera merah putih pada tanggal 17 Agustus 1945 di Kotanopan, sebagai kota ketiga berkibarnya bendera merah putih pada saat kemerdekaan.” Jelasnya lagi.

Selain itu Bupati juga meminta kepada Moeldoko agar sektor pertanian bisa dikembangkan di Madina, sebagai pengganti usaha masyarakat di bidang tambang ilegal, dan terpuruknya harga karet, supaya dapat dibangunan pabrik aspal bercampur dengan karet di Madina.

Sementara itu usai meletakkan batu pertama kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko mengatakan, Jenderal Besar Abdul Haris Nasution sebagai figur tauladan yang patut kita contoh.

“Jenderal Besar Abdul Haris Nasution merupakan figur tauladan yang patut kita contoh, salah satunya buku beliau yang berjudul “Perang Gerilya” yang sudah menjadi referensi bagi seluruh Dunia luar,” lukasnya.

Ia juga mengatakan Bahwa Jenderal Abdul Haris Nasution adalah Tentara sejati, dan untuk pembangunan monumen ini bukan saja batu berdiri, Tetapi juga harus kita lihat dari nilai-nilai sejarahnya sebagai seorang tentara yang pemberani.

Moeldoko juga mengutarakan, Kita sebagai Negara maju harus menjadi pemberani sebagai referensi bagi diri kita agar kita menjadi suatu bangsa yang besar.

Pantauan di lapangan, selain peletakan batu pertama, juga dilakukan penandatangan prasasti monumen Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, penandatangan prasasti pembangunan Islamic center, dan sekolah anak yatim piatu, serta penandatangan prasasti peresmian penyambung arus listrik PT. SMGP ke Gardu induk PT. PLN Mandailing Natal.

(RUDI SIREGAR)


Loading...

Pos terkait

Loading...