Mengenali Tingkat Kemampuan Perkembangan Kognitif Pada Anak

  • Whatsapp

PERKEMBANGAN kognitif merupakan dasar bagi kemampuan anak untuk mengembangkan daya pikirnya. Perkembangan kognitif mengacu kepada kemampuan seorang anak untuk memahami sesuatu. Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat salah satu pendapat Ahmad susanto(2011:48) bahwa kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Seorang anak merupakan individu yang unik. Setiap anak memiliki ciri khas yang berbeda beda, itulah sebabnya anak anak bertumbuh dan berkembang berbeda dengan teman teman sebayanya.

Begitu pula sama halnya dengan perkembangan kognitif pada anak berbeda beda antara satu dengan yang lainnya. Kadang para orang tua lebih memperhatikan perkembangan fisik pada anak ketimbang perkembangan kognitifnya. Hal ini bisa disebabkan karena ketidak tahuan orang tua dalam mengenali kognitif anak terutama di setiap berbagai tahapan usianya.

Penting untuk kita ketahui bahwa ada lima aspek yang perlu dikembangkan dari diri anak. Lima aspek itu diantaranya perkembangan kognitif, motorik, sosial-emosional, agama, dan seni. Kelima aspek tersebut haruslah dimulai dengan kemampuan dan keterampilan dasar yang esok akan menjadi pondasi dalam proses berpikirnya. Hal itu berarti seorang anak harus melewati proses berpikir yang sederhana sebelum memiliki pemikiran yang kompleks.

Jean piaget menjelaskan dalam teori belajar kognitif, memandang bahwa proses berpikir merupakan bagian aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret menuju abstrak. Piaget juga menjelaskan dalam teorinya bahwa teori belajar kognitif sama dengan teori kontruktivisme yang mana ia berpendapat bahwa perkembangan kognitif merupakan proses anak memaknai suatu hal secara aktif dan mendapatkan suatu kesimpulan dan pemahaman.

Seringkali perkembangan kognitif disebut dengan induk dari sebuah proses aspek perkembangan, hal tersebut dikarenakan perkembangan kognitif adalah suatu proses berpikir dimana aspek berpikir itu yang akan menjadi nahkoda dan pusat kendali pada setiap aktivitas dan apapun yanng dilakukan manusia. Baik itu menggambar, menulis, berbicara bahkan berjalan pun papsti melewati proses berpikir.

Faktor yang menjadi pendorong perkembangan kognitif pada anak

1. Faktor hereditas/ keturunan : Seorang anak memiliki potensi mempunyai kemampuan berpikir yang sama dengan orang tuanya. Baik itu normal, diatas normal ataupun dibawah normal.
2. Lingkungan : Faktor lingkungan menjadi hal yang paling berperan dalam proses perkembangan kognitif anak. Karena potensi yang dimiliki anaktidak akan berkembang apabila tidak didukung oleh llingkungannya. Lingkungan yang paling berpengaruh antara lain keluarga dan sekolah. A. Keluarga-Hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua menjadi suatu faktor pendukung dalam perkembangan kognitif anak. B. Sekolah-Suatu lembaga pendidikian formal yang memiliki tanggujawab untuk meningkatakan potensi dan kognitif pada anak.

Selain kedua faktor tersebut ada faktor lain yang juga menjadi penunjang dalam perkembangan kognitif anak yaitu diantaranya, dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, budaya, dan asupan nutrisi. Yaa tentu saja assupan nutrisi menjadi salah satu faktor penting dalam hal ini. Asupan nutrisi yang tepat akan membantu proses belajar si kecil.

Untuk melatih keterampilan dasar kognitif pada anak diperlukan stimulus-stimulus positif. Baik iru dari segi gizi dan nutrisi, perlakuan, bahasa yang sering digunakan dalam lingkungannya, emosi, tingkah laku dan lain lain. Nah perlu diketahui apa bila semua hal hal tersebut tidak terpenuhi dengan baik itu akan memngganggu perkembangan otak pada anak.

Oleh karena itu proses pembentukan perkembangan kognitif pada anak sangatlah penting karena proses ini sangat mengutamakan aspek yang membentuk kognitif anak dari pada hasil. Maka penting bagi para orang tua untuk mendukung perkembangan kognitif anak. Namun tidak perlu membandingkan antara perkembangan kognitif aanak satu dengan yang lainnya karena setiap anak memiliki waktunya sendiri. Namun jika perkembangan kognitifnya dirasa terhambat dan mulai menghawatirkan, maka anda bisa melakukan konsultasi kepada para psikolog atau dokter anak.

Oleh : Mirnawati

UIN Imam Bonjol Padang


Loading...

Pos terkait