Kata-kata Dapat Mengubah Duniamu

  • Whatsapp

“SAYA kira saya dapat mengubah dunia. Butuh seratus tahun bagi saya untuk mengerti bahwa saya tidak dapat mengubah dunia. Saya hanya bisa mengubah diri saya. Dan sayang itu pun bukan hal yang mudah”. Bisakah teman-teman menebak,kata-kata siapakah itu? Itu merupakan kata-kata kutipan dari Bassie Delany dalam sebuah buku 700+ kata-kata inspiratif para wanita hebat. Nah,dari kutipan tersebut dapat kita ketahui bahwa kita tidak dapat mengubah dunia tapi kita dapat mengubah diri kita untuk berpikir positif tentang diri kita,karna dapat kita lihat pada saat sekarang ini banyak sekali orang yang berpikiran negatif baik itu pada dirinya sendiri maupun lingkungannya.

Kata-kata dapat mengubah otak,Kata positif dan kata negatif membawa dampak berbeda pada fungsi otak kamu. Dalam bukunya Words Can Change Your Brain,Andrew Newberg dan Mark Robert Waldman menuliskan “ Sebuah kata punya kekuatan untuk memengaruhi ekspresi gen yang mengatur Stres fisik dan emosi”. Tahukah kamu teman-teman,bahkan hanya dengan melihat daftar kata-kata negatif selama beberapa detik akan membuat orang merasa cemas atau depresi, merasa lebih buruk, dan semakin kamu renungkan, sehingga semakin merusak ingatan, perasaan, dan emosi kamu (Talarovicova, A. Krskova L, Endocr Regul.2007).

Lalu akan menganggu tidurmu yang nyenyak, selera makanmu, dan kemampuan untuk mendapatkan sebuah kebahagian dan kepuasanmu terhadap suatu dalam jangka panjang,Segala bentuk perenungan negatif,misalnya mengkhawatirkan masa depan keuangan atau kesehatan kamu, yang akan meransang pelepasan neurokimiawi yang merusak. Hal ini sama berlaku untuk anak-anak. Semakin banyak pikiran negatif yang mereka miliki,semakin besar kemungkinan mereka mengalami gejolak emosi. Tetapi jika kamu mengajak mereka untuk berpikiran positif,maka dapat merubah hidup mereka (Broeren S,Muris P,Bouwmeester S,KB van derHeijeden,Abee A. J Child Fam Stud.2011).

Tetapi kata-kata negatif,yang diucapkan dengan amarah,bahkan lebih merusak. Kata-kata penuh amarah mengirimkan pesan peringatan ke otak,secara bertahap menghentikan kerja pusat logika di lobus frontal,penggunaan kata yang tepat juga membantu seseorang untuk bisa lebih menerima dan menghadapi realitas hidup (Newberg dan Waldman). Mereka mengirim pesan melalui otak,mengganggu pusat pengambilan keputusan di lobus frontal,dan ini meningkatkan kecenderungan seseorang untuk bertindak secara tidak rasional (Alia-Klein N,2007).

Kata-kata yang memancing ketakutan seperti kemiskinan,penyakit,dan kematian juga meransang otak dengan cara negatif. Dan bahkan jika pikiran memakutkan ini tidak nyata,bagian otak lainnya (seperti thalamus dan amigdala) bereaksi terhadap fantasi negatif seolah-olah itu adalah ancaman nyata yang terjadi di dunia luar. Anehnya,kita tampaknya sulit khawatir,mungkin dikarenakan karna sebuah ingatan lama yang dibawa dari zaman nenek moyang Kecenderungan akan ketakutan maupun kekhawatiran itu dapat di atasi dengan cara,tanyakan kepada diri sendiri: “Apakah situasinya benar-benar merupakan ancaman bagi kelansungan hidup saya? Biasanya tidak,dan semakin cepat kamu menginterupsi reaksi amigdala terhadap ancaman yang dibayangkan, semakin cepat kamu dapat mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah,dan juga mengurangi kemungkinan membakar memori negatif permanen ke dalam otak kamu (Quirk GJ,2010).

Setelah kamu mengidentifikasikan pikiran negatif (yang sering beroperasi tepat di bawah tingkat kesadaran sehari-hari). Kamu dapat memikirkan ulang dengan memilih untuk fokus pada kata-kata dan hal positif. Hasilnya, kecemasan dan depresi berkurang dan jumlah pikiran negatif yang tidak disadari menurun.Dengan mempertahankan kata-kata positif dan optimistis di otak,aktivitas di lobus frontal bisa terstimulasi. Area di otak ini bisa meliputi pusat bahasa yang berhubungan lansung ke area motor korteks yang mendorong seseorang melakukan tindakan. Barbara frederickson, seorang pendiri psikolog positif,menemukan bahwa kita perlu menghasilkan setidaknya tiga pikiran dan perasaan positif untuk setiap ungkapan negatif. Karna faktanya berpikir positif dapat membantu siapa pun membangun sikap yang lebih baik dan lebih optimis terhadap kehidupan (Aspinwall LG,Tedeschi RG, 2010).

Kata-kata dan pikiran positif mendorong pusat motivasi otak untuk bertindak. Menurut Sonja,Lyubomirsky,seorang peneliti kebahagiaan terkemuka,jika kamu ingin mengembangkan kepuasan seumur hidup,kamu harus secara teratur terlibat dalam berpikir positif tentang diri kamu sendiri,berbagi peristiwa paling bahagia kamu dengan orang lain,dan menikmati setiap pengalaman positif (Taman AC,Della Porta MD,2012).

Kita terkadang berbicara apapun tanpa pikir panjang dan menyakiti banyak orang. Kita tidak tahu betapa sulitnya memilih pilihan kata Agar tidak ada yang merasa tersakiti dengan pilihan kata yang kita buat. Sebagaimana kata pepatah “Mulutmu Harimaumu”. Untuk itu,maka pilihlah kata kata yang bijak dan ucapkan perlahan. Ini akan memungkinkan kamu untuk menghentikan kecenderungan otak untuk menjadi negatif dan seperti yang telah dikemukakan oleh penelitian baru-baru ini,pengulangan kata-kata positif seperti cinta,kedamaian,dan kasih sayang akan menghidupkan gen tertentu yang menurunkan stres fisik dan emosional kamu. Kamu akan merasa lebih baik,hidup lebih lama, dan membangun hubungan yang lebih dalam dan lebih percaya dengan orang lain,di rumah maupun di tempat kerja.

Oleh : Meza Saputri

UIN Imam Bonjol Padang


Loading...

Pos terkait