Lagi-lagi Begal Payudara Terjadi di Kediri

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri – Lagi marak-maraknya polisi memberantas begal payudara yang sering terjadi di beberapa daerah,malah ini laki-laki berinisial HR (36th) asal Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri membuat ulah dan harus berurusan dengan pihak kepolisian yabg dengan sengaja memegang bagian sensitif perempuan (payudara) EN (31th) warga Sambiresik, Kecamatan Gampengrejo, kabupaten Kediri.

Saat Konfrensi Pres yang digelar di halaman Mapolres, dijelaskan Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono dengan berdasarkan Laporan Polisi K/LP/4/I/RES.1.24/2020, tanggal 6 Januari 2020,kepolisian berhasil mengamankan pelaku pencabulan(begal payudara) yang keseharianya sebagai petani, Selasa (7/1/2020).

Muat Lebih

Dijelaskan kembali, “Asal mula kejadian tersebut berada di seputaran jalan umum di Dusun Susuhan, kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, pada Sabtu 4 Januari 2020 sekira pukul sekira pukul 15.00 Wib,” jelas Kapolres Kediri.

“Untuk kejadian perkara,yang mana semula korban bersama dengan keponakannya berboncegan untuk membeli bakso,setelah itu dalam perjalanan korban berpapasan dengan pelaku dan selesai membeli bakso bersama keponakan korban,tersebut korban mengendarai sepeda motor arah pulang,” ujarnya.

“Selanjutnya dari belakang pelaku yang juga mengendarai sepeda motor Honda Supra, warna hitam orange, langsung mepet korban dengan mensejajarkan sepeda motornya yang kemudian pelaku dengan tangan sebelah kirinya Iangsung memegang dan meremas payudara korban sebelah kanan sebanyak satu kali, kemudian pelaku Iangsung kabur dan korban berusaha mengejar pelaku namun pelaku namun tidak diketemukan, karena sebelumnya korban pernah mengetahui pelaku akhirnya korban mendatangi rumah pelaku tetapi pelaku tidak ada dirumah kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian,” imbuhnya

Atas kejadian perbuatan cabul (begal payudara) pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 1 (satu) kaos pendek warna putih 1 (satu) celana panjang warna hitam dan 1 (satu)unit sepeda motor Honda Supra, No.Pol: AG-6716-0C dan pelaku kita jerat dengan pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

(pan/mun)


Loading...

Pos terkait

Loading...