Asyik Berenang di Embung, Tiga Anak Tewas Tenggelam

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Dua anak ditemukan tewas tenggelam di Embung Karanggeneng kecamatan Kunduran kabupaten Blora.

Berdasarkan informasi, kedua korban beralamat di desa Jagong kecamatan kunduran. Korban tersebut bernama Fajar Wahyu Kusdianto (12) warga RT 01/RW 01 dan Tegar Eko Prasetyo (13) warga RT 03/RW 01.

Kades Karanggeneng, Sukardi menceritakan dirinya mendapat laporan dari warganya bahwa ada anak tenggelam di embung desanya.

“Kedua korban sedang berenang di embung bersama teman lainnya. korban secara bergendongan berenang ke tengah dan terpeleset. Temannya berusaha untuk menolong tetapi terpeleset juga, lalu naik ke atas embung dan minta pertolongan kepada warga dan melaporkannya ke kepolisian,” ucap Sukardi, Selasa (14/01/2020).

Kapolsek Kunduran Iptu Lilik Eko membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan bahwa korban meninggal akibat tenggelam.

“Korban dibawa ke Puskesmas Kunduran untuk dilakukan pemeriksaan tim medis dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Selanjutnya, jenazah korban sudah kami kembalikan kepada keluarganya,” jelas Kapolsek.

Sementara itu, di tempat terpisah juga ditemukan korban tenggelam di embung Sambong kelurahan Wulung kecamatan Randublatung. Korban bernama Adi Setyawan (16) warga Dusun Giring RT 02/RW 04 Desa Sambowangan kecamatan Randublatung.

Peristiwa ini terjadi ketika korban bersama temannya sedang berenang di embung sekitar pukul 17.00 WIB. Ketika tengah berenang, korban tidak muncul di permukaan air.

Setelah lama korban tidak muncul di permukaan, temannya meminta tolong kepada warga. Mendengar teriakan minta tolong, warga yang dekat lokasi membantu menolong korban yang sudah tenggelam dan membawa korban ke daratan pinggir embung dalam keadaan sudah tidak bernafas. Selanjutnya, warga melaporkannya ke kepolisian.

Kapolsek Randublatung AKP Supriyo mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukanya tanda tanda penganiayaan.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis, pada tubih korban ditemukan tersumbatnya jaringan pernafasan perkusi paru redup, hidung kotor, telinga kotor, mulut kotor, leher skrapis, anus keluar veses dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” ungkap AKP Supriyo.

(Arifin)


Loading...

Pos terkait