Tiga Mantan Karyawan Gelar Aksi Damai, Gara-Gara Perusahaan Kurang Bayar

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri – Tiga mantan 3 karyawan PT.Surya Zig Zag menuntut meminta kekurangan bayar selama 8 bulan terhitung bulan Mei 2011 sampai Desember 2011, melakukan aksi damai di depan kantornya. Jalan Raya Ngebrak Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, Selasa (21/1/2020) siang.

Salah satu peserta aksi Sugito (46) warga Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem mengatakan, sejak dirinya bekerja di perusahaan PT.Surya Zig Zag terhitung mulai tahun 1992 dan diputus PHK tahun 2011. Dikarenakan, melakukan mogok kerja dengan alasan memperjuangkan tunjangan keluarga.

“Kami bersama Suharsono dan Eko Widodo hari ini memperjuangkan upah kekurangan bayar dari perusahaan selama 8 bulan, terhitung bulan April sampai Desember 2011,” terang Sugito pada sejumlah awak media.

Masih lanjut Sugito, mengacu pada pasal 155 ayat (2) ditegaskan bahwa upah karyawan ketika masih berproses hukum tentang perselisihan hak itu sampai berkekuatan hukum tetap.

“Dari tiga mantan karyawan upah kekurangan bayar sampai bulan Desember 2011 sesuai dengan Keputusan Mahkamah Kontitusi (MK) nomor 37 tahun 2011, yang ditetapkan 29 Desember 2011 sampai berkekuatan hukum tetap sampai keputusan Kasasi,” paparnya.

Namun, sambung Sugito, dari pihak perusahaan PT.Surya Zig Zag menafsirkan sudah berkekuatan hukum tetap sampai putusan PHI Surabaya. Sehingga perusahaan bersikukuh hanya memberikan upah sampai bulan April 2011.

“Dalam permasalahan ini beda penafsiran antara Perusahaan PT.Surya Zig Zag yang mengacu pada putusan PHI Surabaya. Sedangkan, kami bertiga yaitu, Sugito, Suharsono dan Eko Widodo mengacu pada keputusan MK,” urai Sugito

Lebih lanjut Sugito menambahkan, kami hanya menuntut hak kami, yaitu soal kekurangan bayar dari perusahaan sebesar Rp 15 juta per karyawan yang di PHK.

“Kami hanya menuntut hak kami, soal kekurangan bayar dari perusahaan sebesar Rp 15 juta perkaryawan. Kalau 3 orang sebanyak Rp 45 juta,” pungkasnya.

Setelah melakukan aksi damai, pihak perwakilan management perusahaan menemui dua mantan karyawan di depan pos penjagaan security untuk melakukan mediasi.

Namun, dari pihak management enggan menemui awak media usai melakukan mediasi dengan dua mantan karyawan.

(Mun/pan)


Loading...

Pos terkait

Loading...