Viral di Sosmed, Warga Banyuwangi Keluhkan Pelayanan Pembuatan E-KTP

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Proses pembuatan E-KTP di Kabupaten Banyuwangi dikritik oleh salah satu akun Facebook bernama Yos, dimana kritikan tersebut dikirim ke salah satu group facebook bernama BANYUWANGI BERDISKUSI, pada Sabtu (25/01/2020).

Melalui sosial media (sosmed) tersebut, akun yos mengirimkan pesan singkat melalui Instragram (ig) kepada akun ig bernama azwaranas.a3

Muat Lebih

“Assaalammualaikum. Pak saya warga tegaldlimo, sudah 2 kali mendapatkan surat keterangan(suket) utk pembuatan ktp. Kenapa masih belum jadi juga dan kabarnya blanko sdh dtg dari pusat. Hruskah kami menunggu setahun utk mendaapatkan Ktp. 1 suket (enam bulan).. tapi klo bayar 300rb kok bisa langsung jadi. Apakah blanko ktp memang khusus utk orang kaya.. trimakasih pak. Wslammualaikum,” begitu isi pesan singkat dalam gambar screnshote yang dikirim ke akun ig bernama azwaranas.a3 .

Bahkan dalam pada gambar screnshote yang dikirim ke salah satu group facebook tersebut, akun yos memberikan keterangan berbunyi “apa memang sistemnya, atau oknumnya, atau memang budaya Banyuwangi..
kpn diadakan FESTIVAL e-ktp bosookk… ,” tulisnya.

Sayangnya, masih belum diketahui siapakah pemilik akun bernama yos tersebut. Serta belum diketahui secara pasti apakah akun ig bernama azwaranas.a3 milik Bupati Banyuwangi atau bukan.

Menanggapi adanya hal tersebut, Kepala Dinas Kepundudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi, Djuang Pribadi angkat bicara saat dikonfirmasi analisapublik.com . Menurutnya pihaknya akan memberikan hadiah uang tunai kepada masyarakat yan bisa membuktikan adanya dugaan oknum nakal yang menarik bayaran dalam pembuatan E-KTP.

“Bila ada yang bisa membuktikan itu, maka akan diberikan hadiah Rp. 500 ribu,” terang Djuang.

Djuang juga menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan memberi sanksi terhadap oknum nakal yang coba-coba mencari keuntungan dalam proses pembuatan E-KTP.

“Kita akan beri sanksi bila ada oknum yang ketahuan menarik bayaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, masih Djuang, saat ini stok blangko yang dimiliki oleh Dispendukcapil masih tersedia, sehingga jika ada masyarakat yang dipersulit dalam pengurusan E-KTP bisa langsung mengadu dan menghadap ke dirinya.

“Blangko saat ini masih tersedia, dan kami pun sudah mendistribusikan ke tempat-tempat yang dapat melakukan pelayanan proses E-KTP seperti di Mall Pelayanan Publik serta beberapa kecamatan.

“Masyarakat harus lebih pro aktif, Karena kalau nanti warga tidak proaktif tidak menanyakan khawatirnya kalau kita langsung cetak, kemudian ada perubahan data kan eman,” ujarnya.

Ia pun menambahkan jika dalam proses pembuatan E-KTP memang ada beberapa pemohon yang lebih diutamakan seperti pemohon yang diperuntukan dalam pengobatan, pemohon yang akan pergi keluar negeri, pemohon yang akan digunakan untuk mendaftar TNI dan POLRI, dan lainnya.

“Pemohon yang diprioritaskan sudah ada aturannya, dan kami wajib menjalankan,” imbuhnya.

(Bud)


Loading...

Pos terkait

Loading...