Persoalan Lahan TSM Batahan I Dengan PT. Palmaris, Ini Penjelasan Kadis Pertanahan

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Persoalan saling klaim lahan, antara warga Desa Batahan I dan perusahaan PT. Palmaris di kecamatan Batahan kini masih dalam proses mendengarkan saksi-saksi di pengadilan negeri mandailing natal, dimana warga menuding perusahaan telah merampas lahan Trans Swakarsa Mandiri (TSM) mereka yang sejak lama sudah diduduki warga batahan 1 seluas lebih kurang 200 hektar pada tahun 1997 silam, sebaliknya, perusahaan juga mengklaim lahan tersebut adalah milik mereka.

Akibat saling klaim, masing-masing pihak melaporkan hal tersebut ke kepolisian Polres Madina dan kini persoalan masih proses ranah penegak hukum.

Muat Lebih

Menanggapi persoalan itu, Kadis Pertanahan Ahmad Faizal menjelaskan akan menyikapi hal tersebut dengan harus turun kelokasi untuk mengetahui titik koordinat lahan yang jadi permasalahan antara warga dan perusahaan.

“Kita harus turun ke lapangan terkait sengketa tanah Palmaris yang berada di Batahan 1, kita buat dulu pemetaan baru, kita cek titik kordinat ” pungkasnya.

Dilanjutkannya “Setelah itu baru kita bisa menentukan wilayah siapa itu tanah, karena kita tidak bisa membuat statement sebelum kita turun kelokasi karena masalah ini sudah dalam persidangan atau ranah hukum.” Kata Kadis Pertanahan Madina, Ahmad Faizal, kepada analisapublik.com, Senin (3/2/20) di ruang kerjanya.

Selain itu ia katakan, pihak BPN harus juga turun ke lapangan bersama-bersama baru bisa dapat dipastikan itu lahan milik siapa, karena daerah ini sudah pernah di kadastral oleh BPN.

Ketika ditanyakan kapan turun ke lapangan, Faizal menjawab “untuk jadwal turun kelapangan belum kita pastikan kapan waktunya, tergantung perkembangan sidang, kalau ada perintah hakim kita turun ya kita turun” ucapnya lagi.

“Inikan persoalannya sudah masuk ke ranah hukum, kecuali dulu tidak masuk ke ranah hukum kita akan buat mediasi namun karena ini sudah masuk ranah hukum makanya kami hanya mengikuti prosesnya dan kita tunggu hasilnya bersama-sama,” lanjut Faizal.

Saat ditanyakan kesulitan apa yang ditemukan untuk menyelesaikan permasalahan ini..? “kita mengalami kesulitan karena pemilik pertama sudah meninggal, itu kesulitannya.”jawabnya.

“Kalau tim kita nanti turun ke lapangan, kita harus sesuaikan peta yang ada, dan masyarakatpun harus terima itu baru kita mau turun kelapangan, karena kami sulit juga dari pemerintahan ini kalau kita tegakkan kepastian hukum ini takutnya ada yang korban, namun sesuai perintah bupati kita tetap melindungi masyarakat jangan sempat ada yang tersakiti, tetapi arahan bupati tetap mengacu dan disesuaikan dengan koridor hukum yang berlaku, jangan main trobos saja tanpa memikirkan kepastian hukum, itu perintah beliau” ungkapnya.

Terkait dengan hal ini, seperti yang diberitakan disalah satu media online sebelumnya, bahwa pihak perusahaan PT. Palmaris melaporkan salah satu warga Batahan 1 (Syamsul Pane) ke Polres Madina atas tuduhan pencurian sawit, padahal menurut keterangan warga batahan 1 yang lain, tanaman sawit tersebut bukan milik perusahaan, melainkan milik warga.

Namun hal ini membuat warga Batahan 1 juga balik menggugat PT. Palmaris secara perdata atas tudingan penguasaan lahan TSM di Desa Batahan 1 Kecamatan Batahan.

(RUDI SIREGAR)


Loading...

Pos terkait

Loading...