Tergiur Uang, Pelaku Tega Membunuh

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Lamongan – Motif sakit hati diungkap oleh otak pembunuhan berencana Sunarto, terhadap mertua sekda Lamongan Yuhronur Effendi, Hj Rowaeni (68), ternyata sudah di rencanakan selama 2 bulan, tepatnya sejak bulan nopember 2019.

Awal mula sakit hati tersebut, karena terlalu seringnya korban yang berkunjung ke toko orang tua dalang pembunuhan “Sunarto” (44), di mana toko tersebut menjual bahan baku material bangunan, yang kebetulan juga korban sedang membutuhkan material untuk renovasi rumah.

Muat Lebih

“Khawatir dengan seringnya korban ke toko, akan mengganggu keharmonisan rumah tangga orang tua Sunarto”

Yang akhirnya sunarto berinisiatif dan sepakat merencakan untuk menghabisi korban, dengan menyuruh Imam sebagai eksekutor dengan imbalan uang sebesar 200 juta,

“Singkat cerita, eksekusi tersebut di laksanakan Imam atas perintah Sunarto pada 3 Januari 2020, dengan menusuk leher korban sebelah kiri 2 kali dan sekali leher sebelah kanan hingga korban meregang nyawa. Namun sampai tertangkap Imam hanya diberi imbalan sebesar 200 ribu oleh Sunarto,” ungkap Kapolres Lamongan AKBP Harun S.I.K. MH pada Selasa (11/2/2020).

Dalam kasus ini kami menangkap Purwanto sebagai penadah, kami kenakan pasal 480 ancaman hukuman 4 tahun penjara. Sedangkan Sunarto serta Imam kami kenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjaran maksimal seumur hidup.

Serta barang bukti sebuah pisau untuk menghabisi korban, kaos warna abu abu, celana jeans pendek yang masih ada bercak darah dan HP beserta dos booknya.

“Dalam pelariannya, Imam sempat mengunjungi dua kota yakni Surabaya untuk menjual HP milik korban dan Jombang untuk sembunyi, sebelum kembali lagi ke rumahnya Desa Lembung kecamatan Kalitengah Lamongan,” tambah Harun sapaan akrabnya.

“Selama pelarian atau pasca mengeksekusi korban, Imam merasa biasa saja dan tidak merasa si hantui oleh korban. Ya biasa saja seperti orang normal kayak tidak terjadi apa apa,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Imam saat ini mengaku menyesal akan perbuatannya yang menghilangkan nyawa seseorang, apalagi Hj. Rowani adalah mertua salah satu pejabat penting di Kabupaten Lamongan yakni Sekretaris daerah Yuhronur Effendi.

(Nur/ak)


Loading...

Pos terkait

Loading...