14 Mahasiswa Asal Supiori Yang Dipulangkan Dari China Negatif Corona

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – 14 mahasiswa Hubei university of science and technology, China, asal Kabupaten Supiori yang pulang ke tanah air dinyatakan negatif virus corona. Para mahasiswa itu menjalani pemeriksaan anamnesa, pemeriksaan fisik, laboratorium dan foto rotgen, hingga dinyatakan bebas virus corona.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Supiori, Rafles Ngilamele mengatakan, kondisi Cina dengan isu Novel Coronavirus (nCoV) dan menimbulkan kecemasan dari orang tua sehingga Bupati Supiori langsung membentuk tim evaluasi yang di ketuai Dirut rumah sakit Supiori untuk melakukan koordinasi dwngan pihak KBRI di Beijing dan pihak Universitas di Cina untuk memastikan kondisi ke 14 mahasiswa dan bila diperlukan mereka sementara dievakuasi ke Indonesia.

Muat Lebih

“Hubei university of science and technology terletak di kota Chifeng, Cina dan berjarak sangat jauh dengan Kota Wuhan tempat dimana Virus Corona berasal. Libur kampus hingga akhir bulan Maret dan ijuga akses keluar masuk yang ditutup pihak kampus, yang dinilai menjadi alasan Pemda Supiori untuk memulangkan ke 14 mahasiswa tersebut,” kata Rafles di Biak, Kamis (13/2/2020).

Akibat dari penutupan akses oleh kampus, mahasiswa mengeluh semakin berkurangnya suplay makanan di areal kampus. Pihak KBRI di Beijing juga menyatakan hal yang sama ketika di konfimasi oleh tim, Kata dia. Oleh sebab itu, langkah yang diambil Pemda Supiori untuk memulangkan ke 14 mahasiswa kedokteran ini, untuk menghindari ancaman Virus Corona yang berbahaya.

“Dari hasil pemeriksaan ketika mereka datang ke Indonesia melalui bandara Sukarno Hatta Jakarta, tidak ditemukan gejala dan tanda yang masuk kategori Novel Coronavirus (nCoV). Tidak ada riwayat kontak dengan penderita, sehingga masuk dalam kategori pemantauan saja,” ucapnya

Ke 14 mahasiswa itu tiba di Biak Numfor Hari Rabu (12/2) kemarin. Setelah mereka tiba langsung ditangani intensif oleh petugas kesehatan bandara Frans Kaisepo Biak sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan Kementrian Kesehatan RI dan kini sudah berada di Kabupaten Supiori dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Sesuai dengan standar SOP pemeriksaan, mereka akan dipantau perkembangannya selama 14 hari lagi oleh para dokter di Kabupaten Supiori,” tegas Rafles.

Sebelumnya 2 mahasiswa lainnya asal Kabupaten Supiori sudah kembali ke Indonesia sebelum terjadinya penyebaran virus corona di Cina. Oleh pemda Supiori mereka akan terus mengikuti perkembangan kondiai di Cina, jika badan WHO telah menyatakan aman, mereka akan kembali ke Cina untuk melanjutkan perkuliahannya.

(JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...