Masyarakat Mendahara Ilir Kuatirkan Kondisi Tiang Listrik Yang Rusak

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Tanjung Jabung Timur – Persoalan tiang listrik PLN yang dari bahan kayu sudah banyak sekali keropos dan patah bahkan banyak yang sudah miring dan nyaris tumbang selalu menjadi bahan pembicaraan masyarakat di kelurahan Mendahara Ilir, Senin (17/2/2020).

Seringkali terlihat dibeberapa postingan Facebook mengenai keluhan masyarakat mengenai kondisi tiang listrik yang sudah tidak layak guna dikarenakan banyak yang sudah lapuk dan keropos bahkan banyak yang miring dan nyaris tumbang, dan masih banyak Tiang listrik dari kayu sudah puluhan tahun terpasang sampai dengan kondisi saat ini terlihat sangat dikuatirkan.

Muat Lebih

Rudi salam ketua Karang taruna tembikar mendahara mengatakan, sampai saat ini mengenai keluhan masyarakat dikelurahan mendahara Ilir persoalan tiang listrik yang keropos/lapuk, patah, dan miring belum ada sama sekali tanggapan dari pihak terkait’ dan juga hal tersebut sudah disampaikan oleh warga kepemerintah kecamatan Mendahara dan kepada Beberapa Anggota DPRD Tanjab timur dari Mendahara maupun sudah sampaikan dipelaksanaan Musrenbang kecamatan mengenai persoalan kondisi tiang listrik yang dari kayu sudah termakan usia.

Coba kita bayangkan jika sewaktu-waktu Tiang listrik dari kayu yang sudah keropos dan patah mau yang miring terjadi tumbang dan bisa – bisa mengenai rumah warga maupun terjadi konsleting siapakah yang akan bertanggung jawab..??

Camat Mendahara Amri Juhardy, S.Ip dikonfirmasi Media ANALISAPUBLIK.COM melalui WhatsApp menyampaikan’ mengenai kondisi tiang listrik PLN dari kayu dikelurahan mendahara Ilir sudah disampaikan  oleh warga kepada saya, bahwa kondisi tiang listrik tersebut sudah banyak yang rusak, patah, keropos bahkan ada yang sudah miring dan nyaris tumbang.

Dengan adanya keluhan masyarakat kelurahan Mendahara Ilir mengenai tiang listrik tersebut kami selaku pemerintah kecamatan mendahara mengirim surat kepihak PLN cabang muara sabak beserta foto – foto kondisi tiang listrik dari kayu yang rusak parah, namun sampai saat ini belum  ada realisasi dari pihak PLN muara sabak, hal ini dimungkinkan dikarenakan keterbatasan anggaran ataw ada hal lain dalam proses perencanaan.

Camat Mendahara menambahkan’ Kita cuma berharap hal ini cepat terealisasi dan dilakukan perbaikan – perbaikan,” ujarnya.

Beberapa pelanggan PLN kelurahan Mendahara Ilir menambahkan’ bahwa kalau ada pelanggan yang menunggak pembayaran akan diberikan sanksi pemutusan, namun sebaliknya hak dan kewajiban dari pihak PLN seharusnya dilaksanakan, seperti perapian kabel – kabel PLN yang semberawutan, tiang – tiang PLN dari kayu yang banyak sudah keropos/lapuk dan miring belum ada tanggapan.

Kami harap dari pihak PLN kiranya dapat melakukan perbaikan terhadap kabel – kabel PLN yang rendah yang dapat digapai dan mengenai perbaikan atau pergantian tiang – tiang PLN yang tidak layak pakai bisa diganti dan dapat memperbaiki tiang – tiang PLN yang miring nyaris tumbang, sehingga hal tersebut dapat mengurangi kekuatiran warga.

(INDRA LESMANA)


Loading...

Pos terkait

Loading...