Dubes Jepang Didampingi Bupati Biak Nomfor Launching Proyek Miliaran Rupiah

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi, didampingi Bupati, Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP KKP Dr. Catur Sarwanto, S.Pt.,M.Si dan sejumlah pejabat terkait lainnya melakukan launching pembangunan sejumlah fasilitas penunjang program Sentra Kawasan Perikanan Terpadu (SKPT) di kompleks PPI dan Pasar Ikan Fandoy, Kamis (20/2)/2020).

Pembangunan sejumlah fasilitas Sentra Kawasan Perikanan Terpadu (SKPT) Biak – ini merupakan kerjasama Pemerintah Indonesia dan Japan melalui Official Development Assistance (ODA) ,Japan International Cooperation Agency (JICA) Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Hadir dalam acara launching jajaran Forkopimda dan pejabat terkait lainnya.

Bacaan Lainnya

Proyek yang akan mulai dibangun diawal bulan Maret 2020 menghabiskan anggaran sebesar Rp. 27 miliar. Masing-masing untuk pembangunan Pasar Ikan Bosnik menghabiskan anggaran kurang lebih sebesar Rp. 12 miliar lebih, sedangkan revitalisasi Pasar Ikan Fandoy dan bersama dermaga mini untuk perahu nelayan 3 GT menghabiskan anggaran lebih dari Rp. 14 miliar.

“Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menyambut baik kedatangan Dubes Jepang, pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dari Pemerintah Jepang khususnya lagi dalam memberikan dukungan pengembangan sector kawasan perikanan, dan harapan besar kami kerja sama dan dukungan ini terus dilakukan berkesinambungan,” papar Bupati ketika menyampaikan ucapan selamat datang pada acara launching program SKPT-JICA tersebut.

“Kami juga berharap pemerintah Jepang secara berkesinambungan ikut mendukung upaya pemerintah daerah yang saat ini terus mengembangkan sector pariwisata, termasuk memelihara situs peninggalan perang dunia II. Kalau memungkikan ada kebijakan dari Pemerintah Jepang membuka penerbangan Biak – Jepang sehingga masyarakat Jepang lebih mudah dan cepat ke Biak,” pungkasnya.

“Sampaikan salam hormat kami ke Kaisar Jepang dan masyarakat Jepang, bahwa sejarah peninggalan perang dunia II khususnya yang terkait dengan Jepang juga kami ikut lestarikan, dan ini sejalan dengan komitmen kami saat ini memberikan perhatian serius terhadap sector pariwisata,” lanjutnya..

Dubes Jepang Ishii Masafumi merasa gembira dan terhormat berkesempatan berkunjung ke Papua khususnya lagi Biak. “Ini adalah kunjungan pertama saya ke Papua. Pada tahun 2017, kami menerima permintaan kerjasama dari kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia untuk membangun pulau terluar. Pulau biak termasuk salah satu yang penting dan khusus dari 6 pulau lainya yang diajukan sebagai tempat pelaksanaan proyek pembangunan SKPT. Menurut saya , permintaan tersebut merupakan bentuk kerjasama dan saling percaya antar kedua negara sebagai mitra selama ini ,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga dipaparkan bahwa Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia terus meningkatkan hubungan kerja sama diberbagai bidang, termasuk dalam mengembangkan industri perikanan di Biak.

“Pemerintah Jepang mendukung upaya pembangunan Pasar Ikan Fandoy dan Bosnik menjadii pasar yang bersih, sehingga dapat menjadi obyek wisata dan berdampak positif bagi ekonomian Biak. harapan kita bersama kedepan pasar ikan ini terus dikembangkan dan mendistribusikan ikan dalam jumlah besar,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP KKP Dr. Catur Sarwanto, S.Pt.,M.Si mengatakan tujuan pembangunan SKPT adalah membangun dan mengintegrasikan proses bisnis kelautan dan perikanan berbasis masyarakat, dengan mengoptimalkan dan memanfaatkan sumber daya kelautan.

“Biak memiliki potensi perikanan yang cukup besar dimana potensi kelautan dan perikanan yang ada saat ini, ada 603.000 ton pertahun. Ini harus dimanfaatkan secara optimal dengan perhatian dari semua pihak, kami yakin mampu meningkatkan kemakmuran di Biak,” tuturnya.

Pemerintah Jepang berencana meningkatkan kapasitas perikanan melalui kerjasama teknis tatacara pengelolaan fasilitas, dan jaminan distribusi hasil pengolahan perikanan yang berkualitas. Dubes jepang berharap kerjasama ini menjadi lambang persahabatan antara Jepang, -Indonesia dan maayarakat Papua.

(JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...