Charles A. M. Imbir : Kotak Kosong Membuat Dinamika Demokrasi Menjadi Kaku dan Menghilangkan Ide-ide Lain

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Raja Ampat – Menjelang Pesta Demokrasi Pilkada 2020, Wacana Kotak Kosong menjadi isu sentral serta hangat dibicarakan oleh berbagai kalangan masyarakat di Raja Ampat.

Ditemui media ini di kediamannya di Perum DPRD Raja Ampat ( Jum’at 21/20/2020) Ketua DPC Partai Hanura Charles Adrian Michael Imbir ST. M.Si menyampaikan bahwa Secara demokrasi umum kotak kosong itu kurang bagus karena manusia di perhadapkan dengan benda mati, tapi secara hukum dan Undang- undang itu diperbolehkan.

Bacaan Lainnya

“ Sepanjang itu diperbolehkan oleh hukum bagi saya tidak masaalah, hanya memang dinamika politik kedepan kalau dengan kotak kosong itu tidak memunculkan informasi baru atau perdebatan baru, misalnya tentang bagaimana Raja Ampat kedepan, semua akan menjadi kaku karena tersentral pada satu orang dan ide-ide lain akan hilang”. Ujar Charles

Pria yang juga sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Raja Ampat itu juga menyampaikan bahwa ; biasanya hal ini hampir semau dilakukan oleh patahana atau Incumbent karena mereka tidak mau ada perdebatan yang panjang, dan mau melangsungkan kekuaasannya dengan tuntas atau dua periode. Maka itu pasti alasannya tidak semua tugas dan program dapat terselesaikan dalam 5 tahun.

“Maka itu saya menanyakan kenapa alasannya semua tugas belum terselesaikan, padahal Ukurannya itu ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD ) yang merupakan dokumen Perencanaan pembangunan Daerah untuk jangka periode 5 tahunan yang berisi penjabaran Visi Misi dan Program Kepala Daerah”. Tegas Ketua DPC Partai Hanura Raja Ampat tersebut.

“ Misalnya Pendidikan Gratis. Kalau hari ini ada 10 sekolah, kita harus mengetahui bahwa ada 2 sekolah sudah gratis dan masih kurang 8, kalau ukurannya seperti ini memang jelas”. Tambahnya.

Jadi tidak ada alasan bagi Petahana atau Incubment tentang program yang tidak terselesaikan karena semua itu sudah ada perencanaannya secara terukur di RPJMD.

(M Syaban)


Loading...

Pos terkait

Loading...