Malam Jumat Wagean ke 11 Raden Taman Harjo

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Tuban – Sebuah tradisi membaca kalimat dan do’a- do’a tertentu yang diambil dari ayat al- Qur’an, dengan harapan pahalanya dihadiahkan untuk orang yang sudah meninggal dunia. tahlil secara bahasa berakar dari kata hallala (هَلَّلَ) yuhallilu ( يُهَلِّلُ ) tahlilan ( تَهْلِيْلاً ) artinya adalah membaca “Laila illallah.”

Bacaan yasin dan tahlil Pada acara Rutinan malam jum’at wagean diadakan dimakam Raden taman harjo yang di pandu oleh KH.Hanafi dari Tambak boyo tuban pada Kamis (27/2/2020).

Bacaan Lainnya

Biasanya tahlilan dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang, kemudian hari ke 40, 100, dan pada hari ke 1000 nya.

KH.Hanafi berharap kepada para jamaah yang hadir dan yang mengikuti kegiatan tahlilan dilakukan secara rutin pada malam jum’at dan malam-malam tertentu lainnya.

Bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang dihadiahkan untuk mayit menurut pendapat mayoritas ulama’ boleh dan pahalanya bisa sampai kepada mayit tersebut.acara Juga di selingi mauidhotul hasanah dari beliau.

Diantara pesan beliau adalah “kita bersama sama di ajak berkhidmat(menghormat, memulyakan, rindu, punya rasa cinta ) kepada Waliyullah sehingga kita semua yang hadir di acara ini betul betul khusuk/sungguh sungguh mengharap ridhloNya”.Ujarnya

Ajakan yang selanjutnya yaitu ketika selesai istihgosah “kita di mintak untuk hening sejenak untuk berdo’a memohon pada Allah sesuai hajat yang di inginkan dari peserta istighosah”

KH. Hanafi juga memberi penjelasan pada jamaah diantara ciri ciri Penduduk Surga yaitu Hati Yang Lembut Duduk dalam majelis Takhrir ( majelis yang didalamnya dibicarakan tentang kebesaran Allah ) Suka khidmat ( melayani, menghormati, memulyakan, khusuk )Hindari pertikaian, Perdebatan sesama muslim dan Ingat selalu akan datangnya kematian.

(Nur)


Loading...

Pos terkait

Loading...