Maraknya Peredaran Kosmetik di Pasaran, Ini Kata BBPOM Surabaya

  • Whatsapp
foto istimewa

Hati-Hati Jangan Salah Pilih Produk Kosmetik, Agar Terhindar Dari Permasalah Serius Pada Kulit.

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Maraknya penjualan produk-produk komestik kecantikan (skincare) membuat para pengguna dihadapkan pada beragam pilihan. Mulai dari produk dengan harga yang murah hingga mahal atau produk buatan lokal maupun internasional.

Bacaan Lainnya

Apalagi, di era kemajuan teknologi seperti saat ini, masyarakat yang menjadi reseller dimudahkan dalam mempromosikan produk-produk yang dijualnya, lantaran selain mempromosikan secara langsung, mereka juga dapat mempromosikan melalui Sosial Media (Sosmed) dan aplikasi online lainnya.

Dengan adanya kemudahan inilah, ada saja oknum-oknum nakal yang dapat mencari keuntungan dengan memproduksi produk-produk kosmetik kecantikan yang tidak mengantongi ijin (ilegal). Padahal jelas ada sanksi yang harus diterima ketika mereka tertangkap oleh pihak yang berwenang.

Untuk itulah, masyarakat terutama kaum wanita yang gemar menggunakan kometik kecantikan untuk mempercantik diri, harus lebih waspada dalam memilih skincare yang aman digunakan, hal itu guna menghindari permasalahan serius pada kulit akibat membeli produk skincare yang tidak aman.

Berikut kutipan wawancara analisapublik.com dengan Dra. Retno Chatulistiani P., Apt, selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya mengenai kosmetik (skincare), jumat (28/02/2020).

Maraknya penjualan berbagai macam kosmetik kecantikan melalui online, sosial media, maupun penjualan secara langsung, apa yang harus dilakukan oleh konsumen agar tidak salah memilih kosmetik?

Masyarakat dapat memilih kosmetik yang aman dengan mengecek apakah kosmetik yg dijual secara online tersebut telah memiliki nomor izin edar yg dikeluarkan oleh bpom (nomor notifikasi), kemasannya apakah masih baik dan apakah belum kadaluarsa.

Apakah produsen kosmetik wajib memiliki ijin, dan jika wajib ijin apa saja yang harus dipenuhi oleh produsen kosmetik?

Produsen kosmetik wajib memiliki sertifikat produksi kosmetik (dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan) dan surat keterangan pemenuhan aspek-aspek Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) yang dikeluarkan oleh BPOM.

Adakah saksi bagi produsen kosmetik yang melanggar?

Jika melakukan produksi tanpa ijin edar bagi pemilik sarana kosmetik dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Adakah bahan kimia yang dilarang terkandung dalam komposisi kosmetik?

Ada beberapa bahan kimia yang tidak diizinkan untuk digunakan pada produk kosmetik, namun apabila kosmetik tersebut sudah terdaftar di Badan POM yang ditandai dengan adanya nomor notifikasi, kosmetik tersebut aman digunakan.

(Bud)


Loading...

Pos terkait

Loading...