Jembatan Menuju Rakumpit Perlu Biaya APBN

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Palangka Raya – Untuk menuju ke pusat ke Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah hingga saat ini madih mengandalkan transportasi air berupa angkutan kelotok atau perahu.

Kondisi ini bukanlah tanpa sebab, mengingat hingga saat ini infrastruktur berupa jalan darat atau jembatan penghubung belum bisa dilakukan pembangunannya.

Bacaan Lainnya

Terlepas dari itu semua, maka muncul harapan agar perlunya dibangun jembatan penghubung oleh pemerintah. Baik pemerintah pusat, provinsi hingga pemerintah daerah Kota Palangka Raya sendiri.

Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menuturkan, pembangunan jembatan di Kecamatan Rakumpit itu bisa terwujud sepanjang menggunakan dana APBN, karena jumlah anggaran yang diperlukan kata dia cukup fantastis.

Memang, keinginan maupun permintaan perlu dibangunnya jembatan menuju ke pusat Kecamatan Rakumpit itu bukan lagi hanya wacana. Bahkan, hingga saat inipun pemerintah kota Palangka Raya sudah melakukan koordinasi kepada pemerintah pusat melalui balai pekerjaan umum terkait keinginan akan hal itu.

“Sudah ada perincian untuk membangun jembatan itu. Setidaknya anggaran bisa mencapai Rp 60 Miliar lebih,” ungkap Arbert, Kamis (5/3/2020).

Dilanjutkan Arbert, dengan biaya pembangunan sebesar itu, maka jika menggunakan anggaran daerah pada APBD, otomatis program pembangunan lainnya akan tertunda.

“Bisa-bisa tertunda karena untuk memenuhi anggaran pembangunan jembatan,” imbuh Arbert.

Lebih lanjut, Arbert mengungkapkan bahwa usulan pembangunan jembatan penghubung itu sudah mengemuka sejak tahun 2007. Namun lagi-lagi, keterbatasan anggaran menjadi kendala pembangunan jembatan bisa terealisasi.

Semestinya, tambah Arbert, apabila infrastruktur pembangunan jembatan tersebut bisa dikerjasamakan dengan pusat maka akan lebih baik.

“Sebut saja kementerian yang membuat jembatannya, sedangkan pemko yang membuat jalan pendukung di beberapa titik wilayah yang titik temunya mengandalkan keberadaan jembatan,” demikian Arbert.

(Sugian)


Loading...

Pos terkait

Loading...