Polres Supiori Serahkan Pelaku Bom Ikan Kepada Kejari Biak Numfot

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Supiori – Penyidik Tipidter Sat Reskrim Polres Supiori menyerahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kepada Kejaksaan Negeri Biak dan diterima oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Biak Numfor, Jum.at (06/03/2020) Siang.

Sebelum tahanan diserahkan ke jaksa penuntut umum Negeri Biak Numfor ,Kanit Tipidter Sat Reskrim Polres Supiori Bripka Rusdiansyah, S.E. bersama team membawa tahanan ke Poliklinik Polres Biak Numfor untuk menjalani pemeriksaan kesehatan guna Kelengkapan Berkas Ke Kejaksaan Negeri Biak.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya dilanjutkan penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap II Kepada kejaksaan Negeri Biak untuk dilakukan Pemeriksaan.

Kapolres Supiori melalui Kanit Tipidter polres Supiori Bripka Rusdiansyah S.E menerangkan bahwa penyerahan tersangka dan Barang bukti kasus penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kepada Jaksa Penuntut umum oleh penyidik Tipidter Sat Reskrim Polres Supiori berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan dari Kejaksaan Negeri Biak Numfor dengan nomor P21 atas namaTSK Inisial YK Nomor : B-236/R.1.12.3/EKU.1/03/2020 dan TSK atas nama inisial HM dengan nomor P21 B- 238 /R.1.12.3/EKU.1/03/2020 tanggal 06 Maret 2020, yang menyatakan bahwa Hasil penyidikan sudah di nyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum.

Kasat Reskrim IPDA Alexander. T, S.Tr.k juga menjelaskan bahwa kronologis kasus penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak dimaksud terjadi pada hari Sabtu tanggal 08 Februari 2020 sekitar jam 14.00 wit pada saat itu pelaku HM dan YA baru saja selesai menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak di sekitaran laut masram menggunakan perahu dayung.

“Tim gabungan Polres Supiori yang dipimpin AKP Tony Setia Edy melaksanakan penangkapan Tersangka di Desa Masram. Tersangka ditangkap di rumah dan dari hasil pengembangan ditemukan barang bukti Bahan Peledak sebanyak 6 botol di perahu milik kedua pelaku,” kata Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, akibat penangkapan ikan menggunakan bahan peledak yang merusak ekosistem laut, dapat di kenakan pasal 84 Ayat 1 dan pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004, Tentang Perikanan.

(JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...