Polrestabes Medan Menerapkan TPPU Seorang Pelaku Bandar Narkoba

  • Whatsapp

Total aset disita dari tersangka mencapai Rp. 8 Miliar.

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Pihak Satnarkoba Polrestabes Medan laksanakan kegiatan Konfrensi Pers yang langsung dipimpin oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizzon Isir yang   didampingi Kasat Narkoba AKBP Sugeng Riyadi dan Wakasat Narkoba, AKP Dolly Nainggolan yang berlangsung di depan Kantor Unit Satuan Reserse Narkoba Mapolrestabes Medan dihadapan sejumlah awak media yang ada hadir pada hari Kamis (19/03/2020) sekira jam 14.15 Wib.

Muat Lebih

Adapun dalam keterangan Releasnya yang berlangsung, Kapolrestabes Medan mengatakan dimana pihak unit Satresnarkoba Polrestabes Medan menerapkan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU, red) terhadap seorang pelaku bandar narkoba berinsial ZH alias JU (47) warga jalan Pelaminan, Kecamatan Medan Tuntungan/jalan T Cik Ditiro, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut, red).

Hasilnya, sebanyak 8 aset milik para pelaku bandar Narkoba yang terdiri dari 6 aset barang tidak bergerak serta 2 aset barang bergerak dengan total mencapai Rp 8 miliar turut disita pihak petugas Kepolisian.

“Jadi adanya para tersangka yang kita eksekusi berupa 5 rumah yang berada di kawasan Jalan Flamboyan, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Provinsi Sumut, di Jalan Setia Budi Baru, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Provinsi Sumut, Jalan Balai Desa, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumut serta di Jalan Starban, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumut dan 1 lahan kosong yang berada di Jalan Balai Desa, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumut. Sedangkan untuk barang bergeraknya berupa 2 unit mobil. Dari total aset yang disita dari tersangka mencapai Rp 8 miliar, “terangnya.

Masih dikatakan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny lagi dimana berkas kasus TPPUnya dinyatakan telah lengkap (P21). Sehingga tersangka dan barang buktinya akan diserahkan ke kejaksaan untuk menjalani proses persidangan yang ada.

Ditengah-tengah penjelasanya yang ada, Kapolrestabes Medan juga menyebutkan  kalau pengeksekusian aset milik bandar Narkoba ini merupakan kesuksesan pertama dalam pengungkapan TPPU kasus Narkoba di tingkat Polres di Indonesia.

Selain itu juga menurutnya dimana adanya  keberhasilan yang ada merupakan proses pengungkapan kolaborasi efektif dari Kejari Medan, PPATK dan penyedia jasa keuangan. Bahkan sebelumnya dua orang pelaku bandar narkoba berinisial ZH alias JU berhasil diciduk Timsus Polrestabes Medan pada 2018 lalu yang ada.

Dikatakanya kembali lagi dimana tersangka merupakan bandar besar yang memasok Narkoba di 4 wilayah basis Narkoba di Kota Medan yaitu Kampung Sejahtera (Eks Kampung Kubur), Mangkubumi, Masjid Taufik dan Polonia. Sebab sejak Januari 2018 Polrestabes Medan telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap tersangka narkoba.

“Tersangka tersebut kita tetapkan sebagai DPO usai petugas mencokok istri dan sopirnya dengan barang bukti 0,5 Kg sabu. Atas perbuatannya, tersangka ZH dipersangkakan melanggar Pasal 3 dan 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU dan UU Nomor 35 Tahun 2008 tentang Narkotika, dan tentunya kita pihak Polrestabes Medan tidak akan pernah main-main dengan siapa saja para pelaku narkoba yang ada dan akan kita tindak secara tegass,” pungkas Kapolrestabes Medan.

(ADE)


Loading...

Pos terkait

Loading...