Pelaku Pelayan Kesehatan Agendakan Job Training

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri – Setelah beberapa hari yang lalu Bupati Kediri melakukan komitment bersama yang diikuti baik dari TNI dan Polri serta 11 rumah sakit yang berada di wilayah Kabupaten Kediri serta organisasi profesi kesehatan,kali ini melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melaksanakan agenda job training yang diikuti perwakilan Puskesmas,Labkesda,serta beberapa rumah sakit yang ada di Kota Kediri.rabu(25/3)

Kabid Pelayanan Kesehatan Kabupaten Kediri dr.Yaya Mulyana mengungkapkan “yang mana job training yang kami selenggarakan agar seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Kediri bisa melakukan diagnosis sejak dini,meskipun di Kabupaten Kediri belum ada kasus,dan minimal kita sudah mempersiapkan diri”.

“Untuk Kabupaten Kediri sendiri yang di tunjuk oleh Pemerintah dalam penanganan kasus covid-19 atau pasien terduga terkena virus corona adalah Rumah Sakit Umum Daerah Pelem Pare,dengan adanya job traning yang kami lakukan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri supaya kedepan tidak ada permasalahan yang di khawatirkan,karena apabila dengan penanganan atau diagnosis yang terlambat maka selanjutnya juga akan terlambat,melihat saat ini beban medis yang meningkat,juga berpengaruh kepada APD yang ada di rumah sakit juga meningkat”pungkasya.

“Sesuai himbauan Bupati Kediri dr.Haryanti Sutrisno kemarin,agar seluruh Rumah sakit baik RSUD,Rumah Sakit swasta,puskesmas,klinik ataupun jejaring rumah sakit lainya agar sedapatnya terlibat dalam penanggulangan virus corona tersebut”.

Yaya Mulyana menambahkan”kami tidak ingin gagap saat nantinya muncul kasus tersebut,kita akan mempersiapkan keseluruhanya baik dari sisi SDM,fasilitas,sarana dan prasarana serta diagnosis dan pelaksanaanya,kita pun juga akan menyusun alur rujukannya mulai dari penemuan,penanganan,pemantauan yang benar-benar terlacak”.

“Berharap untuk masyarakat sendiri untuk tidak panik,selalu ikuti himbauan Pemerintah,lakukan etika batuk yang baik,makan makanan yang bergizi,serta selalu jaga kesehatan mengingat penyebaran kasus tersebut cukup tinggi”.

“pasien yang pada fase ODR maupun ODP terus akan di pantau oleh puskesmas terdekat hingga kurang lebih sekitar 14 hari kedepan,masyarakat sedapatnya memeriksakan diri pada puskesmas terdekat agar kita dapat mengetahui sampai sejauh mana penyebaran virus tersebut guna memutus rantai penyebaran Covid-19 ini”.

Terakhir disampaikan bahwa “sebenarnya untuk virus tersebut bisa dibunuh atau di hancurkan oleh tubuh kita sendiri,melalui daya tahan tubuh yang kuat.Sisi berbahaya dari virus corona ini adalah cara penyebaranya,virus tersebut menyerang di daya tahan tubuh utamanya,yang perlu diwaspadai adalah di tubuh usia 50 tahun ke atas yang sangat rentan terserang,bisa juga terjadi di usia muda akan tetapi bila daya tahan tubuh bagus itu sifatnya karier atau tidak menimbulkan keluhan,akan tetapi perlu saya jelaskan kembali bila itu menular kepada sesorang yang kurang sehat,jadi perlu kita sama-sama waspada”tegasnya.(pan/kom)


Loading...

Pos terkait

Loading...