Pemkab Kediri Ambil Langkah Komitment Bersama Dengan Rumah Sakit Yang Ada Di Kabupaten Kediri

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri.Virus corona atau covid-19 yang saat ini menjadi wabah ancaman bagi masyarakat secara global,hal ini menjadi langkah dan upaya Pemerintah Kabupaten kediri dalam mengambil sikap agar dampak tersebut tidak merebak utamanya bagi masyarakat Kabupaten Kediri.

Bertempat diruang Joyoboyo Kabupaten Kediri,Bupati Kediri dr.Haryanti Sutrisno bersama organisasi profesi kesehatan serta 11 rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Kediri,juga dihadiri Kapolres Kediri,Kapolresta Kediri dan Komandan Kodim 0809 Kediri,dalam agendanya saat ini bahwasanya perlu mengambil sikap serta komitment bersama dalam penanggulangan covid-19 di Kabupaten Kediri.senin(23/3)

Dalam isi pernyataan komitment penanggulangan covid-19 yang ditandatangani dari tiga pilar serta organisasi profesi kesehatan serta rumah sakit yang ada dikabupaten kediri meliputi:
1.Tetap melakukan pelayanan sebagai mana mestinya dalam masa siaga darurat covid-19
2.Tidak akan menolak melayani penderita covid -19 dengan menggunakan alat pelindung diri yang memadai
3. Mengikuti kebijakan yang ditetapkan satuan tugas penanggulangan covid-19 Kabupaten Kediri

Dijelaskan oleh Plt Kepala Dinas Kabupaten Kediri dr.Bambang Triyono Putro”dengan adanya komitment yang dibuat ini berharap nantinya bila ada pasien yang dianggap pada fase ODP(orang dalam pengawasan) tidak harus dilempar ke RSU Kabupaten Kediri,akan tetapi dikondisikan di rumah sakit setempat,dengan menyikapi pergerakan kasus,dan nantinya diharapkan kedepan rumah sakit juga menyediakan ruang isolasi bila mana suatu saat dibutuhkan apabila Rumah sakit daerah tidak menyukupi”.

Bambang menambahkan”tercatat dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri,pasien pada fase ODR(orang dalam resiko) ada sejumlah 493 orang,kriteria ini hanya ada di Jawa Timur,secara nasional tidak muncul dan ini berasal atau pernah kontak dari daerah yang terjangkit,16 orang ODP(orang dalam pantauan),dan 2 oang PDP(pasien dalam pengawasan)”.

Kasus yang kita tangani saat ini pada fase confirmasion case ada 1 pasien pindahan dari Blitar yang saat ini di tangani oleh RSUD Pare,untuk pasien yang masuk fase ODP biaya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Kediri”pungkasnya.

“Terkait keramaian massa dari pihak keamanan baik kepolisian maupun TNI,kita tetap mempertimbangkan dampak sosial yang ada bila dilakukan isolasi atau lock down,jadi upaya yang kami lakukan kegiatan patroli dengan memberikan sosialisasi dan himbauan akan situasi yang saat ini kita hadapi bersama disaat ada titik kumpul bersama,serta salah satu yang bisa memutus rantai virus tersebut yaitu dengan berdiam diri di rumah”pungkas Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana.(pan/kom)


Loading...

Pos terkait

Loading...