Dua Kapal Perintis Dilarang Sandar, Penumpang Sementara Dikarantina

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Puluhan penumpang di dua kapal perintis yang tiba di Pelabuhan Biak, Minggu (29/3) kemarin dilarang turun. Kedua kapal perintis yakni KMP Mambramo Foja yang membawa 29 penumpang dari Mambramo Raya dan KM Sabuk Nusantara 63 yang membawa 48 orang penumpang dengan 20 anak buah kapal (ABK).

Para penumpang sementara waktu dikarantina diatas kapal yang berlabuh jauh dari Pelabuhan Biak. Berbagai kebutuhan makanan para penumpang juga ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, dengan catatan penumpang mengikuti anjuran pemerintah.

Tim kesehatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor, pagi ini sementara melakukan pemeriksaan kesehatan di atas kapal. Dari pengakuan mereka, khususnya penumpang dari Manokwari, bahwa mereka diizinkan dari Manokwari naik keatas kapal dengan alasan memiliki KTP Biak oleh pemerintah setempat disana.

Sebelumnya, pemerintah daerah Biak telah memberlakukan pelarangan kapal dan pesawat untuk masuk ke Biak. Ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Hal ini juga merupakan hasil kesepatakan Gubernur Perovinsi Papua, jajaran kepala daerah (bupati/walikota se Papua) jajaran Forkopimda, tokoh agama dan semua pihak terkait di Jayapura beberapa hari sebelumnya.

Dalam siaran pers Humas Pemda Biak, Senin (30/3/2020), selama dikarantina sementara diatas kapal, segala kebutuhan mulai dari makanan dan lainnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Bahkan Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd yang hingga Senin (30/3) dini hari tadi menemui para penumpang itu di pelabuhan memastikan jaminan kebutuhan makanan para penumpang dan meminta untuk sementara mengikuti anjuran pemerintah.

“Saya berharap semua penumpang memahami kebijakan yang diambil oleh pemerintah, untuk sementara bapak ibu, kaka, ade dan semua tanpa terkecuali diatas kapal memahami kebijakan ini. Tentang kebutuhan, saya pastikan semua dijamin, pinang pun akan saya kasih. Dan pemeriksaan kesehatan akan dilakukan besok pagi (pagi ini),” kata Bupati ketika kembali menumui penumpang yang kedua kalinya dini hari tadi.

Bupati menjelaskan, bahwa Ia bisa saja menolak langsung kedua kapal itu sandar dan memulangkan kembali penumpang diatasnya, namun karena sejumlah pertimbangan, pertimbangan kemanusiaan, semua ber-KTP Biak dan membawa sejumlah barang jualan seperti langsat dan lainnya sehingga dipertimbangkan dengan catatan. Salah satunya, untuk sementara dikarantina diatas kapal, dilakukan pemeriksaan dan artinya tidak boleh turun langsung ke daratan.

“Kadang-kadang menjadi pemimpin dilema, namun selaku Bupati Biak Numfor saya juga harus melakukan yang terbaik meskipun itu akan mendapat teguran. Pro dan kontra soal kebijakan pasti ada, namun saya kembali mengajak semua masyarakat dan siapa saja mendukung upaya-upaya pencegahan virus korona yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor,” ujar Herry Ario Naap.

Bupati yang didampingi Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, Dandim 1708/BN Letkol. Inf. Ricardo Siregar, Sekda Biak Numfor Markus O. Masnembra dan sejumlah pejabat lainnya sejak Minggu (29/3) memantau langsung perkembangan di pelabuhan. Aparat kepolisian dan TNI memasang tenda di dermaga. Puluhan petugas dari satuan TNI/Polri di tugaskan mengamankan pelabuhan sejak tadi malam. Saat ini para penumpang masih diatas kapal yang berlabuh agak jauh dari pelabuhan. (JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...