PN Palangka Raya Lakukan Sidang Melalui Online

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Palangka Raya – Dampak penyebaran virus corona yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang semakin meluas, bahkan khususnya Kota Palangka Raya sudah masuk zona merah.

Hal itu, membuat pengadilan Persidangan Negeri Palangka Raya melakukan persidangan melalui online (Video Conference). Bahkan hal tersebut sudah resmi dijalankan, dan sudah 21 perkara berjalan dengan baik.

Menurut Humas PN Palangka Raya Zulkifli mengatakan, persidangan online ini baik terdakwa, majelis hakim ataupun tim penasehat hukum terpisah. Yang mana terdakwa cukup dari rumah tahanan (Rutan,red) ataupun Lembaga Pemasyarakatan (LP).

“Benar kita sudah melaksanakan persidangan secara online, dimana terdakwa tidak perlu datang langsung ke pengadilan,” ungkap Zulkifli, Selasa (31/3/2020).

Dalam rangka ujicoba ini, persidangan kali ini sudah cukup bagus. Akan tetapi, masih ada kendala dari sinyal yang membuat loading, bahkan alatnya pun baru satu dan itu harus bergantian.

“Sinyal menjadi kendala utama, dari segi suara dua suara pun tergangu. Namun tetap optimis tetap terlaksana dengan baik,selama covid 19 ini,” jelasnya.

Kedepannya, pihaknya akan menambah ruang sidang untuk online ini, yakni dua pidana biasa dan satu ruangan khusus Tipikor. Serta kedepannya Jaksa, saksi dan PH akan tetap hadir di pengadilan, sidang online diperbolehkan berdasarkan surat edaran nomor satu tahun 2000.

“Berdasarkan edaran boleh saja melalui teleconference. Kalau kami siap tiga ruangan untuk mempercepat persidangan, pihak Rutan atau Lapas harus siap juga,” tegasnya.

Sementara, Kasipidum Kejari Palangka Raya, Bernard E Purba menjelaskan, sinyal lah yang menjadi kendala utama. Akan tetapi ini menjadi bahan evaluasi selanjutnya, supaya persidangan ini berjalan dengan lancar.

“Karena kondisi, mau tidak mau kita harus melakukan persidangan seperti ini. Karena tahanan tidak boleh keluar, untuk jadwal sidang pun sama seperti biasanya,” imbuhnya.

Ditambahkan, untuk sidang online ini yang diutamakan dengan agenda pembacaan dakwaan, tuntutan, pembelaan dan putusan. “Kalau saksi masih belum kita prioritaskan,” pungkasnya.

(Sugian)


Loading...

Pos terkait

Loading...