Toko BJ Pegang Ijin Minol Golongan A, B Dan C, Ini Kata Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perdagangan Banyuwangi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Adanya toko BJ yang memiliki ijin menjual minuman beralkohol (minol) berbagai merk dengan jenis golongan A, B dan C, mendapat tanggapan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perdagangan (Diskopumkm) Kabupaten Banyuwangi.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan, Hj. RR. Nanin Oktaviantie melalui Kepala Bidang Perdagangan Diskopumkm Banyuwangi, Suminten, S.IP, dalam surat releasenya menyebutkan jika berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah daerah, perijinan minuman alkohol untuk kewenangan Kabupaten/kota hanya menerbitkan SIUP-MB golongan B dan C yang diperuntukan kepada hotel, reatoran, dan bar. Sedangkan golongan SKPL A, SIUP MB sub distributor, SIUP MB distributor penerbitan ijinnya kewenangan pusat.

“Untuk toko BJ yang berada diwilayah kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi, penerbitan ijinnya adalah kementerian perdagangan (pusat),” terangnya, rabu (1/4/2020).

Selanjutnya, toko BJ bukan merupakan toko modern melainkan hanya toko biasa yang didekor secara modern.

“Perijinan tokonya juga hanya toko biasa sehingga toko BJ bukan merupakan toko modern. Jika toko modern tidak diperbolehkan menjual minuman beralkohol sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 74 tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya membeberkan jika dalam persyaratan penerbitan perijinan SIUP MB untuk sub distributor diantaranya memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG), sedangkan Diskopumkm Banyuwangi tidak pernah menerbitkan TDG untuk toko BJ, walaupun toko BJ sudah mengajukan permohonan untuk perijinan TDG.

Ia juga menuturkan jika pendistribusian minol untuk sub distributor tidak boleh dijual langsung kepada konsumen tetapi pendistribusiannya hanya kepada hotel, restoran dan bar.

“Apabila ditemukan pendistribusian minol salah sasaran maka Kabupaten/kota wajib melaporkan kepada kementerian Perdagangan (penerbit ijin) untuk mencabut ijin SIUP MB yang telah diterbitkan,” katanya.

Pihaknya menegaskan akan memfungsikan kembali peran pengawasan peredaran minuman beralkohol kepada distributor dan sub distributor maupun hotel, restoran dan bar yang memiliki SIUP MB.

“Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan tidak merekomendasikan ijin apapun terhadap pendirian toko BJ baik toko modern, maupun sub distributor minol,” imbuhnya.

Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, pihak toko BJ dan pihak terkait lainnya masih belum memberikan tanggapan. (Bud)


Loading...

Pos terkait

Loading...