Ini Alasan Data Pasien Covid-19 Dirahasiakan, Pemkab Sidoarjo Menjamin Kebutuhan Hidup Pasien PDP

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Sidoarjo – Sesuai dengan aturan pemerintah pusat bahwa identitas pasien covid-19 tidak boleh dibuka ke publik untuk menjaga data pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 maupun yang status pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pengawasan (ODP). Berdasarkan aturan tersebut maka Pemerintah kabupaten Sidoarjo sepenuhnya mentaati aturan tersebut.

Banyak masyarakat yang menanyakan perihal data alamat pasien covid-19 agar pemkab Sidoarjo membuka ke publik, harapannya masyarakat bisa mengetahui.

“Kita mematuhi aturan pemerintah pusat yang sudah menetapkan protokoler, tidak boleh membuka data pasien covid-19 ke publik”, kata dr. Syaf Satriawarman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo melalui sambunga telepon, Kamis (2/4/2020).

Syaf menambahkan mulai per 1 april data pasien dalam pengawan (PDP) sudah diberikan ke Dinas Sosial dan Satpol PP. Tujuannya adalah untuk dilakukan pendataan dan diberikan bantuan kebutuhan pokok karena pasien PDP tersebut tidak diperbolehkan keluar rumah.

Data juga diberikan kepada Satpol PP untuk dilakukan penjagaan di setiap titik tempat tinggal pasien PDP.

“Per 1 april data pasien PDP sudah diberikan ke dinas sosial dan satpol PP, kebutuhan pokoknya akan dijamin pemkab Sidoarjo dan lakukan penjagaan oleh satpol PP selama menjalani masa isolasi mandiri dirumah”, kata Syaf.

Selain dinas sosial dan satpol PP, data pasien PDP juga diberikan ke tingkat kecamatan. Selain karena aturan pusat yang tidak memperbolehkan, Syaf juga mengatakan jika data pasien di buka ke publik maka keluarganya yang menggung beban.

“Aturan pusat memang tidak memperbolehkan, selain itu kasihan keluarga pasien kalau sampai dibuka ke publik, yang jelas pemerintah kabupaten Sidoarjo akan menjamin kebutuhan pokok pasien selama isolasi mandiri” pungkas Syaf.

Saat ini jumlah pasien positif covid-19 di Sidoarjo berjumlah 11 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) ada 63 orang dan orang dalam pengawasan ada 187 oran dan pasien PDP yang sudah dinyatakan sembuh ada 8 orang. (Adrian Kurniawan)


Loading...

Pos terkait

Loading...