Adanya Pandemi Covid-19, RSUD Blambangan Hanya Terima Operasi Pasien Emergency

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Adanya pandemik covid-19, membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi menunda pasien yang mengajukan operasi.

Seperti yang dialami Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi, Salimi.

Bacaan Lainnya

Menurut Salimi, dirinya pernah datang ke RSUD Blambangan dengan niat ingin meminta operasi pengambilan selang bekas operasi yang terpasang didalam tubuhnya.

Namun, dirinya harus merasakan kekecewaan, lantaran dokter spesialis yang ditemuinya menjelaskan jika saat ini operasi ditunda semua, hanya dilakukan bagi yang dalam keadaan emergency saja.

“Dulu saya operasi batu ginjal di malaysia, kemudian saat akan melakukan operasi pengambilan selang yang terpasang didalam tubuh saya, ada pandemik civid-19 sehingga saya tidak bisa kembali ke rumah sakit yang ada di malaysia.

“Maka dari itulah saya berniat ingin operasi pengambilan selang di RSUD Blambangan, tetapi saat datang kesana (RSUD Blambangan), Kata dokternya semua operasi ditunda, hanya dilakukan pada pasien yang keadaan emergency saja. Karena sedang fokus pada penanganan dan pencegahan Virus covid-19,” ungkapnya, kamis (9/4/2020).

Padahal, lanjut salimi, dirinya ingin segera melakukan operasi karena selang yang terpasang didalam tubuhnya sangat mengganggu aktifitas sehari-hari.

“Kata dokternya bisanya tanggal 28, itu pun belum pasti, karena banyak yang antri mengajukan operasi juga.

“Padahal karena selang yang ada didalam tubuh saya belum diambil, saya sering merasakan sakit saat sedang menjalankan aktifitas.

“Selain itu saya juga takut selang yang ada didalam tubuh saya kadaluarsa jika tidak segera diambil, karena sudah waktunya untuk dikeluarkan,” pungkasnya.

Diwaktu terpisah, Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, dr Indah Sri Lestari mengatakan jika RSUD Blambangan menerapkan beberapa kebijakan terkait Wabah Covid-19.

“Ya pak Salimi , sudah komunikasi dengan kami,” terangnya.

Lebih lanjut mengenai ketentuan pasien emergency, dr Indah panggilan akrab dr Indah Sri Lestari menerangkan jika itu kewenangan dokter spesialis.

“Yang menentukan Emergency dari hasil pemeriksaan dokter Spesialis nya njih (ya),” sambungnya.

Adanya covid-19, berikut beberapa kebijakan yang diambil RSUD Blambangan, berdasarkan yang disampaikan dr Indah, :

1. Meniadakan Jam Kunjung Pasien yang dirawat di RSUD Blambangan.

2. Membatasi keluarga yang mendampingi pasien yang dirawat hanya 1 orang.

3. Tindakan Operasi, diutamakan kasus yang Emergency.

4. Ada Restriksi pasien Rawat Jalan , sesuai dengan Rekomendasi dari masing-masing Perhimpunan Dokter Spesialis.

5. Pasien dan keluarga memakai Masker.

6. Cuci tangan sebelum masuk ke RSUD Blambangan.

7. Social Distancing untuk kursi tunggu pasien.

8. Physical Distancing untuk Petugas kesehatan / Dokter.

9. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD).

Serta ada beberapa lagi yang tehnis.

Pewarta : Budi
Caption : foto istimewa


Loading...

Pos terkait

Loading...