PDP Meninggal, Ini Penjelasan Jubir Penanganan Covid-19 Blora

  • Whatsapp

 

Bacaan Lainnya

Analisapublik.com | Blora – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Lilik Hernanto menginformasikan bahwa Kamis (09/04) malam ada kasus seorang warga Blora yang dirawat di Rumah Sakit Moewardi, Solo meninggal dunia.

Hal itu disampaikannya pada konferensi pers update informasi terkini perkembangan Covid-19 di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blora, Jumat (10/04/2020).

“Orang itu rujukan dari Rumah Sakit Blora ke Rumah Sakit Moewardi Solo. Rujukannya ini, bukan rujukan kasus Covid-19. Almarhum penderita gagal ginjal, dan sudah cukup lama ia harus cuci darah di Rumah Sakit Moewardi dan semalam meninggal, jenazahnya di bawa ke Blora,” terangnya.

Dikatakannya, memang sesuai standar operasional prosedur (SOP) pembawa jenazah untuk semua rumah sakit, sekarang ini menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Tetapi, oleh Rumah Sakit Moewardi dianggap PDP. Kita hargai, kita tunggu saja, kalau memang nanti hasilnya positif, kita tracing (lacak) tindak lanjut berikutnya. Tapi sekali lagi, rujukannya itu, dari Blora bukan karena Covid-19 karena gagal ginjal dan cukup lama cuci darah di sana,” jelasnya.

Pihaknya juga tak berhenti mengingatkan kepada warga masyarakat agar mentaati imbauan dan anjuran dari pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten, kecamatan sampai di desa dan kelurahan.

“Mari kita bersama untuk saling menjaga, memutus mata rantai penularan Covid-19. Yaitu, dengan terus berjaga, dengan cara mempraktikan social distancing, jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain, mencegah penularan dengan tidak berkumpul banyak orang lagi, tinggal di rumah untuk belajar, bekerja dan beribadah,” ajaknya.

Menurutnya, penularan virus corona ini dari orang per orang. Kemudian dari droplet.

“Jadi, kita tidak tahu, orang yang kita temui apakah dia penderita apa tidak. Karena, sekarang banyak juga orang tanpa gejala tetapi positif Covid-19. Itu yang disebut karier, atau istilahnya silent carrier. Tidak ada tanda-tanda apapun. Hati-hati,” ungkapnya.

Tenaga kesehatan sebagai sebagai barisan pertahanan terakhir, sangat menghargai semua upaya yang dilakukan untuk membantu.

“Semoga kita semua aman dan saling menjaga satu sama lainnya,” harapnya.

Update terakhir jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) kabupaten Blora 407 orang. Untuk data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan kasus Positif Covid-19, terkonfirmasi nihil.

(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...