DAK 2020 Dibatalkan, Warga di Blora Urug Jalan Pakai Sirtu

  • Whatsapp

 

Bacaan Lainnya

Analisapublik.com | Blora – Dampak wabah Covid-19, berimbas pada rencana paket pembangunan beberapa jalan kabupaten dibawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Blora tersendat. Sehingga, terdapat banyak lubang jalan dimana-mana. Pasalnya, proyek pembangunan jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 sebesar Rp 5,6 M untuk kabupaten Blora ditarik kembali oleh pemerintah pusat karena untuk penanggulangan Covid-19.

Hal itu mengundang keprihatinan dari sejumlah elemen masyarakat. Seperti yang dilakukan masyarakat desa Trembulrejo kecamatan Ngawen kabupaten Blora, mereka gotong royong menguruk jalan yang berlubang dengan pasir batu (sirtu) atau grosok.

Wakil ketua DPRD Blora, Siswanto dari fraksi Golkar ikut terjun langsung bersama masyarakat menguruk lubang jalan. Dengan bahu-membahu, mereka menambal lubang di ruas jalan Trembulrejo menuju Rowobungkul.

“Dampak dari Corona, bahwa pemerintah pusat menarik kembali dana sebesar Rp 5,6 M untuk kabupaten Blora yang bersumber dari DAK. Dibatalkan semua sejumlah Rp 27,4 M, kemudian ditambah dari bidang pertanian, perkebunan dan lain-lain, jadi totalnya Rp 5,6 M,” ucap Siswanto di sela-sela kegiatan, Senin (13/04/2020).

Menurutnya, ada beberapa ruas jalan yang dibatalkan pembangunannya, yakni ruas jalan Trembulrejo-Rowobungkul (kecamatan Ngawen), ruas jalan Kunduran-Doplang (kecamatan Kunduran), ruas jalan Ngraho-Ketuwan (kecamatan Kedungtuban), dan ruas jalan Kamolan-Banjarejo (kecamatan Banjarejo).

“Itu kan, dibatalkan semua sejumlah Rp 27,4 M. Kemudian, ditambah dari bidang pertanian, perkebunan dan lain-lain, jadi totalnya Rp 5,6 M,” imbuhnya.

Siswanto menjelaskan bahwa kegiatan ini atas inisiatif bersama kepala desa (kades) yang mengetahui pembatalan proyek pembangunan jalan tersebut dan mengajak untuk iuran.

“Menghadapi realita yang ada, jalan Trembul-Rowobungkul banyak titik yang rusak, yang bagus hanya di dusun Pipes desa Bergolo. Dimulai dari Trembul, karena yang rusak paling parah dari Trembul sampai jembatan Temuwoh (desa Talokwohmojo) sekitar 12 KM, dan itu yang kemarin di ploting untuk lelang pembangunannya,” jelasnya.

Ada sebanyak 7 desa dari Trembulrejo ke selatan menuju arah desa Rowobungkul, yakni desa Talokwohmojo, desa Bandungrojo, desa Plumbon, desa Bergolo, desa Sambonganyar dan desa Gedebek.

“Saya bersama Gus Mukhlisin, nanti kita ajak rembukan. Mudah-mudahan, nanti kades-kades mau iuran bantu bareng-bareng minimal grosok. Kan warga kita semua yang melewati, termasuk saya juga,” ujarnya yang beralamat di desa Rowobungkul.

Sementara itu di tempat yang sama, kades Trembulrejo, Imfroni mengatakan bahwa jalan berlubang itu mengakibatkan banyak kendaraan yang lewat macet terjebak di lubang. Meski jalan tersebut dibawah kewenangan PUPR Blora, dirinya mengajak warga untuk gotong royong membangunnya.

“Walau jalan ini milik PUPR, karena di lingkungan kita, saya ajak warga untuk gotong royong demi kemajuan desa membangun jalan ini dengan seadanya. Kemudian, ada bantuan dari teman-teman seperti Gus Mukhlisin dari PKB dan pak Siswanto dari Golkar,” kata Imfroni.

(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...