Kesulitan Ekonomi Dampak Covid-19, Pengemudi Betor Keluhkan Nasib ke DPRD Madina

  • Whatsapp
ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Puluhan pengemudi becak Motor (Betor) yang ada di kota panyabungan, kabupaten Mandailing Natal kembali datangi gedung DPRD Madina,komplek perkantoran payaloting, Kamis (16/4/20), guna mengeluhkan nasib mereka ditengah pandemi wabah virus covid-19.
Kedatangan mereka ini merupakan yang kedua kalinya,
untuk menyampaikan aspirasi atas kesulitan ekonomi dan pendapatan mereka yang menurun drastis disebabkan oleh dampak penyebaran covid-19.
“Pendapatan dari menarik becak ditengah situasi menyebarnya virus covid-19 ini, sangat menurun sekali, dan kami berharap agar para dewan yang duduk DPRD Madina mendengarkan keluhan kami ini”ungkap salah seorang pengemudi becak marga Nasution.
Menjawab keluhan dari pengemudi Betor tersebut, ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis mengatakan, akan mencari solusi, sehingga bantuan disituasi saat ini dapat tersalurkan secara merata bagi yang membutuhkan.
“Kami selaku perwakilan masyarakat di DPRD Madina ini akan mendengarkan aspirasi saudara saudara dan mencari solusinya, namun ada mekanisme yang harus kita ikuti” katanya didepan pengemudi betor.
Lebih lanjut Erwin menjelaskan, bantuan dari pemerintah daerah Mandailing Natal dalam menangani antisipasi penyebaran covid-19 tidak akan didapat apabila sudah terdata sebagai penerima manfaat PKH dan BLT dari pemerintah.
“Apakah saudara saudaraku yang datang ini sudah terdata sebagai penerima PKH atau BLT…?, kalau sudah terdata namanya nanti di PKH atau BLT, kami mohon maaf, nama tersebut akan dikeluarkan” jelasnya.
“Silahkan data nama-namanya sesuai dengan identitas di KTP dan serahkan kepada kami, dan kami akan mencari solusinya” tutupnya.
Pantauan dilapangan, usai mendengar penjelasan dari ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madina itu, para pengemudi Betor membubarkan diri dengan tertib.
RUDI SIREGAR

Loading...

Pos terkait

Loading...