PDP Covid-19 Labuhanbatu Meninggal dan Di Kebumikan di Medan, Simak Kronologinya

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Labuhanbatu – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan nomor 02 yang berasal dari Jl Padi, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara Labuhanbatu berinisial IN (23) telah meninggal dunia di RS Adam Malik Medan.

Hal itu disampaikan melalui konferensi pers oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu di Kantor BPBD Jl Gose Gautama yang dihadiri oleh sejumlah wartawan cetak, online maupun elektronik.

Dandim Labuhanbatu Letkol Inf Santoso selaku wakil ketua 1 Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu menyebutkan bahwa PDP tersebut meninggal pada pagi tadi.

Direktur RSUD Kabupaten Labuhanbatu dr Safril menjelaskan kronologi pasien PDP tersebut dari awal pertama kali cek di RSUD hingga perjalanan ke RS Adam Malik Medan.

Dr Safril menjelaskan pada tanggal 18/4 pukul 21.00 WIB pasien datang ke RSUD dan langsung diterima oleh tim jaga Covid, kemudian berdasarkan SOP tim Covid dan tanya perihal keluhan pasien tersebut. Pasien mengatakan bahwa dirinya mengalami keluhan nyeri Uluhati, ada terasa sesak didada serta mengalami mual.

“Kita menanyakan perjalanannya kemana saja pada tanggal 18 itu, tetapi dia mengatakan tidak ada perjalanan kemana pun, lalu tim kita cek dan kita tangani pasien tersebut ke IGD, setelah kita observasi keluhan menghilang, kemudian dengan membawa obat untuk berobat jalan,” jelasnya.

Selanjutnya, kata dr Safril pasien datang kembali pada tanggal 19/4 pukul 10.45 dengan keluhan sesak dan batuk, kemudian oleh tim Covid di pertegas dan ditanya kembali apakah ada perjalanan dan dia mengatakan perjalanannya hari dari Pulo Raja ke Rantau Prapat. “Dari tim jaga Covid keluhan pasien tersebut disampaikan oleh dr spesialis jaga Covid dan di instruksikan untuk di isolasi serta di Rapid Tes, tetapi hasil masih samar, kemudian di instruksikan lagi oleh dr jaga kita untuk di foto dan di Rontgen paru-parunya. Setelah itu di rapid tes kembali dan hasilnya positif.

“Kemudian tim berembuk untuk merujuk pasien ke RS Adam Malik Medan, lalu kita masukkan semua data dan konfirmasi ke Adam Malik dan mereka menyetujui untuk dirawat disana, dan pukul 20.30 kita berangkatkan. Pada saat keberangkatan kondisi masih stabil, saat sampai di Tebing pasien mengalami muntah berbuih lalu dibersihkan dan sampai di Pakam muntah lagi, dan sampai Jl Jamin Ginting dilaporkan ke saya pukul 01.15 WIB kondisi pasien semakin menurun lalu saya minta di Resusitasi jantung paru ( RJP) dan dikerjakan sampai Adam Malik dan sampai di Adam Malik dipastikan oleh tim dari Adam Malik ternyata pasien ini sudah meninggal dan dimasukkan ke kamar jenazah,” jelasnya.

SOP nya semua pasien kecurigaan covid itu akan di pemakaman Simalingkar B dan di kebumikan pagi tadi.

(Randi)


Loading...

Pos terkait

Loading...