Mantan Kepala Sekolah TK Mardi Putra Tidak Transparan di Minta Berhenti Mengajar Oleh Wali Murid

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kendal- Merasa tidak puas atas pelayanan dari salah satu guru yang mengajar di Yayasan Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Mardi Putra Desa Sudipayung Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal, 26 Wali murid mengadu dan mendesak ke Pemerintah Desa Sudipayung Ngampel agar guru tersebut diberhentikan.

Pasalnya, guru yang diadukan oleh wali murid tersebut merupakan mantan kepala sekolah TK Mardi Putra yang saat ini sudah pensiun sebagai PNS. Namun, ia masih juga ikut mengajar di TK tersebut. Setelah wali murid mengadukan ke Pemerintah Desa Sudipayung, pihak pemerintah Desa langsung mengambil tindakan untuk menjembadani memediasi atau musyawarahkan dengan pihak-pihak terkait di Balai Desa Sudipayung, Rabu (22/04/2020).

Mantan kepala Desa Sudipayung, Sutono, yang menyempatkan diri hadir menyampaikan keprihatinan atas persoalan-persoalan yang ada di TK tersebut hingga sampai saat ini tak kunjung usai.

” Jika persoalan-persoalan seperti ini didiamkan saja maka tidak akan pernah selesai dan TK ini tidak akan pernah maju. Saya pun menyakini jika persoalan-persoalan seperti ini dibiarkan saja maka bisa jadi TK ini akan bubar,” tegasnya.

Sutono menambahkan, pada saat saat dirinya masih menjabat sebagai kepala desa dan terlibat dalam kepengurusan TK tersebut, dirinya punya keinginan untuk memajukan TK yang ada di desa yang dipimpinnya. Namun, sampai saat ini kondisi TK belum ada perubahan secara signifikan, dan masih tertinggal dibanding dengan TK yang ada di desa tetangga.

“Dua belas tahun lalu, TK Mardi Putra ini bagus. Namun akhir-akhir ini malah banyak persoalan yang belum terselesaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengawas Pendidikan Wilayah Kecamatan Ngampel, Imam mengatakan, pengaduan wali murid sudah diterima. Dirinya meminta agar masalah ini terselesaikan dengan baik. “Ini hanya masalah persoalan kurang transparan dari kepala sekolah sebelumnya, dan saat ini kami sudah menyelesaikannya,” katanya.

Menurutnya, agar masalah ini tidak berlarut, kepala sekolah yang sudah pensiun agar tidak mengajar lagi di TK Mardi Putra. “Kami minta yang bersangkutan hanya sampai akhir tahun pelajaran ini. Tahun kedepam tidak perlu mengajar lagi, dan menikmati masa pensiun,” paparnya.

Kepala Komite Sekolah TK Mardi Putra, Ahmad Yasin mengatakan, hasil dari musyawarah dengan pihak-pihak terkait bahwa mantan kepala sekolah yang SKnya sudah purna sejak September 2019 lalu disarankan untuk berhenti mengajar.

” Biar yang muda punya kesempatan untuk berkreasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya selaku komite sekolah berharap untuk pengerutan guru supaya melalui seleksi dan mencari yang sudah profesional.

” Kami berharap kedepan TK Mardi Putra bisa lebih baik lagi,” jelasnya.


Loading...

Pos terkait

Loading...