Sepanjang Sungai Batang Natal Keruh Akibat Tambang Ilegal, Forkopimda Madina Akan Tertibkan Usai Lebaran

  • Whatsapp
ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Sungai Batang Natal kini setiap harinya tak pernah terlihat jernih, akibatnya, masyarakat yang menggunakan aliran sungai Batang Natal merasa resah, karena sungai tersebut digunakan sehari-harinya bagi masyarakat Batang Natal dan Natal yang tinggal disepanjang aliran sungai untuk Mandi, Cuci dan Kakus (MCK).
Penyebab keruhnya sungai Batang Natal itu, dikarenakan banyaknya tambang – tambang ilegal yang mengeruk sedimen dasar sungai demi keuntungan semata oleh oknum -oknum untuk kepentingan pribadinya.
Lebih parahnya, pengerukan itu dilakukan dengan peralatan mesin seperti mesin dompeng dan alat berat excavator.
Melihat kondisi ini, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mandailing Natal berencana akan menertibkan tambang -tambang ilegal disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terus melakukan aktifitas,usai lebaran.
Pantauan analisapublik, hal ini sedang dibahas Forkopimda di ruangan aula kantor Bupati Mandailing Natal, selasa (28/4/20).
Dalam rapat itu hadir Bupati Madina, Drs. Dahlan Hasan Nasution, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, Wakapolres Madina, Kompol E. Zalukhu, Dandim 0212/TS, mewakili korem 023/KS dan juga Kepala Dinas Pertambangan Sumut, kata Kabag Humas Madina Wildan Nasution.
“Dalam rapat tadi, forkopimda membahas kapan akan dilakukan penertiban praktek tambang ilegal yang marak beroperasi di sepanjang DAS Batang Natal itu, karena sudah jelas merusak ekosistem dan kebutuhan masyarakat sekitar yang memanfaatkannya” kata Wildan.
Namun, sambung Wildan, penertiban akan dilakukan usai lebaran.
“Gak mungkin juga dilakukan penertiban di bulan puasa ini kan,,,?, dan kemungkinan persoalan ini akan dibahas usai lebaran dan kapan waktu untuk dilakukan penertiban”ujarnya.
(RUDI SIREGAR)

Loading...

Pos terkait

Loading...