Baru Bebas Dari Penjara, 2 Pria Ngaku Wartawan Peras IRT Dihajar Massa

  • Whatsapp

Tampak Terlihat Kedua Pelaku Ngaku Wartawan Warga Asal Nias, Pelaku Nasman Humanao (Memakai Singlet Dan Lipat Tangan Wajah Lembam) Dan Putra Sijagoto.

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Dua pria warga keturunan Nias yang baru saja bebas  dari Lapas (LP, red) karena adanya dampak Covid-19 ini akhirnya kembali lagi harus masuk berurusan dengan hukum. Pasalnya, masing-masing kedua pelaku yang mengaku wartawan dari dua nama media Online yang ada terpaksa menjalankan aksi penipuanya ke warga yang menjadi target korbanya untuk kebutuhan ekonomi. Bahkan informasinya yang ada jika pelaku keturunan warga Nias ini baru bebas atas kasus pemerasan dan penipuan dengan modus ‘ngaku perwira Poldasu Meras Masyarakat sekitar 2 tahun lalu dan ironisnya kedua pelaku yang ditangkap oleh Polres Batu Bara dan dipaparkan Kapoldasu Irjen Pol Agus dihadapan media di dalam Mapoldasu.

Informasi yang diperoleh dari keterangan anak korban kejadian pemerasan dengan menggunakan hipnotis yang dilakukan kedua pria warga keturunan Nias terhadap Ibunya boru Saragih terjadi pada hari Jumat (8/05/2020) sekitar sore hari. Bahkan menurut anak korban berinsial SG (18) kembali menyebutkan dimana awal kronologisnya terjadi di saat dirinya melihat kedua tersangka berkulit putih mata sipit tersebut berada di halaman rumah mereka yang sedang dibangun berada di jalan Menteng 2, Medan Denai, dan menurutnya lagi menerangkan, di saat kedua pria tersebut di hampirinya lalu pelaku pun dengan gaya seperti dari pekerja pemerintahaan mengaku dari Wartawan media Online dan Lembaga sembari mempertanyakan tidak adanya dipasang plang ijin membangun (IMB, red) ditempat rumahnya yang sedang dibangun sembari menyalahkan korban karena tidak mengindahkan adanya peraturan serta anjuran larangan pemerintah dalam penanganan Covid-19 ngenai larangan keramaian. Bahkan menurut anak korban tersebut dengan wajah kesal yang mengingat kejadian itu juga menuturkan setelah dirinya dimintai oleh kedua pelaku untuk memanggil orang tuahnya yang akhirnya Ibunya boru Saragih (Korban, red) saat berada dalam rumahnya dengan kondisi tidak sadar dimana adanya permintaan kedua pelaku yang meminta uang kepada korban langsung dipenuhi dibawah ketidak sadaran dengan memberikan jumlah uang lembaran kertas yang banyak sekitar Rp 5 juta.

“Nah pas mamak kupanggil datang lalu menyuruh kedua pelaku itu masuk ke dalam rumah dan kulihat juga dengan entengnya seperti dalam tidak sadar diri (Hipnotis, red) dimana mamak memberikan uang kalau tak salah sebanyak Rp 5 juta dan kedua pelaku itu pun langsung beranjak pergi menuju ke mobil Avanza warna hitam milik pelaku. Dan saat kedua nya mau pergi, tiba-tiba saudara saya bersama sejumlah warga lainnya yang ada dengan posisi berlari sambil berteriak kalau kedua pelaku itu merupakan pelaku penipuan dan pemeras masyarakat yang pernah kasusnya dipaparkan di Poldasu pada masa Kapoldanya Bapak Irjen Pol Agus Adrianto, bang,” kata seorang pria berinsial SG (18) yang mengaku sebagai anak korban sembari menambahkan lagi setelah kedua pelaku melihat dan mendengar adanya warga yang datang ramai sambil berteriak yang kemudian pelaku berusaha langsung khabur tancap gas dengan mengendarai mobil Avanza hitam. Warga yang kesal pun sempat melempari dari arah depan hingga bagian kaca mobil yang ditunggangi pelaku rusak (Pecah, red).

Tak hanya sampai disitu saja, meskipun kedua pelaku warga asal Nias tersebut berusaha untuk khabur, warga yang mulai tersulut emosi tetap mengejar dengan mengendarai sepeda motor sembari meneriaki kedua pelaku hingga mengundang perhatian masyarakat ramai.

“Beberapa warga yang emosi pun bang sempat melempari mobil pelaku hingga kaca depan mobil Avanza warna hitam yang dipakai mereka pecah dan warga pun sambil meneriaki kedua pelaku yang khabur tancap gas dengan mobilnya itu pun tetap dikejar oleh massa dengan menggunakan sepeda motor yang akhirnya pas di jalan dekat jembatan Flay Over Amplas itu warga ramai yang emosi langsung memaksa pelaku keluar dari mobilnya dan akhirnya kedua pelaku yang beritanya ada terbit di berbagai media Online dalam kasus pemerasan itu langsung babak belur dihajar warga beramai-ramai dan beruntung saja bang pas pihak petugas Polisi PJR yang sedang Patroli melintas langsung berhenti dan berusaha meredam emosi amukan warga yang akhirnya nyawa kedua pelaku yang sudah menipu dan memeras mamak aku itu beruntung diselamatkan petugas yang selanjutnya kedua pelaku pun langsung diboyong bersama mobil Avanza nya beserta barang bukti yang ada ke Mako Polsek Patumbak,” terang anak korban kembali.

Setelah kedua pelaku bersama mobil Avanza warna hitam milik mereka (Pelaku, red) bersama sejumlah barang bukti hasil aksi kejahatan yang ada dilakukan pelaku tersebut diboyong pihak petugas PJR Tol Belmerah Ditlantas Polda Sumut yang langsung dipimpin Panit 2 Iptu N Surbakti bersama anggotanya yang ada ke Polsek Patumbak untuk diamankan sementara dari amukan emosi warga. Korban boru Saragih yang di dampingi saudara dan keluarga beserta beberapa warga yang ada dengan raut wajah emosi dan kecewa langsung meneriaki kedua pelaku dengan kondisi wajah penuh lembam babak belur di dalam ruang penyidik Reskrim belakang Polsek Patumbak.

Begitu juga dengan korban Boru Saragih saat ditemui oleh wartawan membenarkan kejadian pemerasan yang dilakukan oleh kedua pelaku tersebut dan telah membuat pengaduan di Polsek Medan Area.

“Betul nak, dan kemarin itu saya dengan kondisi tak sadarkan diri seperti kena pengaruh Hipnotis dan menyerahkan begitu saja uang sebanyak 5 juta ke pelaku tersebut dan kami pun baru tauh khabar pada saat itu juga dari anak famili kita yang ada bersama beberapa warga kalau kedua pelaku tersebut ada tampil di dalam berita media Online dalam kasus yang sama dan mereka informasinya juga ya baru bebas dari penjara dalam kasus pemerasan yang ada dalam berita yang terbit diberbagai media,” kata korban boru Saragih yang mengaku dengan didampingi keluarga dan petugas membuat laporan pengaduan di Polsek Medan Area lantaran kejadian lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP, red) berada di bawah badan hukum Mapolsek Medan Area.

“Banarrr bang kalau kedua pelaku bukan baru sekali ini saja melakukan aksinya tersebut bahkan berita mereka juga sebelumnya sudah ada terbit saat dipaparkan di Poldasu dalam kasus penipuan dan pemerasan terhadap masyarakat. Waktu kita tanyai salah satu pelaku berpostur tubuh tinggi dan besar dengan rambut pendek dimana mengatakan ke kita dan dihadapan polisi kalau mereka wartawan kalau gak salah katanya dari media ICW dan satu lagi medianya kalau gak salah berawalkan R nama media onlinenya bang dan pas ditanyai oleh sejumlah wartawan pas di Polsek Patumbak sebelum dibawa petugas ke Polsek Medan Area karena TKP nya di wilhum Medan Area kalau pelaku dengan berbelit-belit mengatakan mereka ngeposnya dikantor, sungguh anehkan bang dan kalau seperti ini cara mereka sama saja sudah membuat jelek nama media dan Pers atau Wartawan dan kita sebagai perwakilan dari warga serta korban supaya kedua pelaku yang ngaku wartawan itu agar dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatanya yang ada,” ucap seorang pria berpostur tubuh agak tinggi rambut lurus pendek yang mengaku dengan nama panggilannya Samuel (31) dengan suara keras dan kecewa bercampur kesal mengingat aksi yang dilakukan kedua pelaku mengakhiri penjelasanya yang ikut nimbrung dihadapan korban dan media yang ada.

Pihak petugas Kepolisian Unit Reskrim Polsek Patumbak saat ditemui wartawan yang mempertanyakan kasus tersebut pun turut membenarkan jika pada hari Jumat sekitar sore hari kemarin sebelum kedua pelaku dijemput oleh dua orang petugas Reskrim Polsek Medan Area dimana kedua pelaku terlebih dahulu diamankan oleh Panit 2 PJR Tol Belmera Ditlantas Poldasu Iptu N Surbakti bersama anggotanya di Polsek Patumbak untuk menghindari dari amukan massa yang sudah tersulut emosi hingga nyawa kedua pelaku berhasil diselamatkan.

Panit 2 PJR Tol Belmera Ditlantas Polda Sumut, Iptu N Surbakti lewat konfirmasi awak media yang ada ini, selain membenarkan juga menyebutkan jika dirinya bersama anggotanya yang ada sedang melintas patroli seperti biasanya dan langsung melihat massa emosi yang ramai saat di lokasi TKP langsung dengan gesit dan cepat menyelamatkan serta mengamankan kedua pelaku yang nyaris tewas dalam amukan emosi massa yang selanjutnya kedua pelaku bersama mobil milik pelaku dengan kondisi rusak beserta sejumlah barang buktinya diamankan sementara ke Polsek Patumbak yang kemudian langsung dijemput oleh petugas Reskrim untuk dibawa dan di proses ke Polsek Medan Area karena lokasi TKP menurutnya masih berada di wilhum Mapolsek Medan Area.

Ditengah-tengah keteranganya yang ada saat ditanyai oleh wartawan, Iptu N Surbakti kembali lagi menyebutkan beberapa barang bukti yang ada diamankan dari kedua pelaku yang merupakan warga keturunan Nias tersebut yaitu : sejumlah lembaran uang kertas Rp 5000 yang banyak berada dalam tas hitam berbentuk dompet, sejumlah dompet yang ada, uang sebanyak kurang lebih Rp.5juta, Heanphone, 2 kartu Pers bertuliskan Media ICW dan Kartu Pers Media Online yang ada.

“Selain 1 unit mobil Avanza warna hitam milik pelaku yang ada kita amankan juga beberapa barang bukti lainnya dari pelaku seperti sejumlah lembaran uang kertas Rp 5000 yang banyak berada dalam tas hitam berbentuk dompet, sejumlah dompet yang ada, uang sebanyak kurang lebih Rp.5juta, Heanphone, 2 kartu Pers bertuliskan Media ICW dan Kartu Pers Media Online lainya yang ada (R). Dan mereka juga informasinya selain pengakuanya yang ada pas di intrograsi dimana keduanya baru bebas dari penjara dalam kasus yang sama bahkan fhoto pelaku beserta beritanya pun ada terbit rupanya di berbagai media online,” kata Iptu N Surbakti kepada wartawan sambil mengatakan jika dirinya sebagai Panit 2 PJR Tol Belmera Ditlantas Polda Sumatera Utara bersama personilnya yang ada tetap setiap harinya secara rutin penuh tanggung jawab lakukan patroli diseputaran jalanan yang ada dan memberikan pengamanan bagi setiap warga yang ada dan memberikan pengaturan jalan termasuk di atas jalan tol agar terhindar dari kecelakaan serta kemacetan lalu lintas.

Adapun selain itu, Panit 2 PJR Tol Belmera Ditlantas Poldasu, Iptu N Surbakti juga menyebutkan masing-masing nama kedua pelaku kepada awak media ini yaitu pelaku bernama Nasman Manao,Msi dan rekanya bernama Putra Sijagoto warga asal Nias.

“Itulah nama kedua pelaku warga asal Nias dan mereka berdua sudah diamankan ke Polsek Medan Area bahkan korbanya juga sudah diarahkan dan datang bersama saksi yang ada kemarin membuat pengaduan guna diproses hukum lebih lanjutnya lagi,” tandas Iptu N Surbakti kepada awak media lewat konfirmasi yang ada, Rabu (13/05/2020) sekitar malam hari. (ADE)


Loading...

Pos terkait

Loading...