Sambut New Normal, Ketua DPRD Blora Ajak Masyarakat Berdamai Dengan Covid-19

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora –
Ketua DPRD Kabupaten Blora, HM. Dasum, SE, MMA, menyampaikan kepada masyarakat agar berdamai dengan Corona atau covid-19 dalam menyambut New Normal.

Hal ini disampaikannya selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 saat melaporkan perkembangan persebaran virus Corona di Posko GTPP Covid-19 yang ada di Sekretariat Daerah Kabupaten Blora pada Selasa (09/06/2020).

Bacaan Lainnya

Didampingi Direktur RSUD Blora dan Kalak BPBD, HM Dasum, SE, MMA, menyampaikan bahwa kali ini tidak ada penambahan kasus baru, sehingga jumlah kasus positif masih sama seperti kemarin.

“Kasus positif masih sama 30, dengan rincian 3 meninggal, 5 sembuh, dan 22 masih dirawat. Semoga yang sembuh segera tambah agar bisa segera selesai. Sedangkan reaktif rapid-test hingga hari ini ada 143, berkurang dari kemarin karena beberapa diantaranya sudah keluar swab nya dengan hasil negative,” ucap Dasum.

Selanjutnya, PDP masih ada empat yang diawasi, ODP ada 26 yang dipantau, dan OTG masih ada 154 yang dipantau oleh petugas kesehatan.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa akibat pandemic Covid-19 ini sebagian besar perekonomian menurun, bahkan banyak pengangguran. Oleh sebab itu, pemerintah mulai mengambil kebijakan normal baru atau new normal agar masyarakat bisa tetap produktif di tengah pandemic ini.

“Saat ini kita semua mulai memasuki masa new normal, namun jangan sampai salah mengartikan. New normal bukan berarti kita bebas beraktifitas seperti dahulu, bukan berarti wabah Corona selesai. New normal adalah melakukan kebiasaan baru agar kita semua bisa tetap beraktifitas tanpa memiliki resiko tertular Covid-19, yakni dengan cara membiasakan pakai masker jika keluar, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman, dan lainnya sesuai protokol kesehatan,” terang Dasum.

Lebih lanjut, Dasum mengajak masyarakat agar tetap berperilaku hidup sehat.

“Mari kita berdamai dengan Covid-19, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi. Terapkan perilaku hidup sehat. Jangan sampai akibat new normal menjadi awal malapekataka karena kita tidak memenuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Senada dengan Dasum, Kalak BPBD Blora, Hadi Praseno, S.Sos, menyatakan bahwa langkah pencegahan harus terus dilakukan agar persebaran bisa terus ditekan dengan melaksanakan kebiasaan baru atau normal baru.

“Kita melakukan protokol kesehatan sebaiknya bukan karena diperintah siapapun, namun karena kesadaran dari diri kita masing-masing. Upaya edukasi untuk membangun kebiasaan baru ini harus terus dilakukan secara bertahap dan terus menerus,” ungkap Hadi.

Kebiasan baru itu diantaranya menjaga jarak minimal satu meter dan menggunakan masker ketika keluar rumah. Karena menurutnya ketika di ruang publik, tidak bisa mengetahui siapa yang terkena virus.

“Di Blora sekitar 80 persen kasus positif adalah pada orang-orang tanpa gejala. Ia tidak menyadari bahwa dirinya membawa virus. Maka jaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan pakai sabun merupakan norma baru yang harus kita lakukan setiap hari. Semuanya akan berhaasil jika semuanya bisa disiplin,” papar Hadi.

Terakhir, Direktur RSUD Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG, menyampaikan bahwa hingga kini di rumah sakitnya masih merawat 2 pasien di ruang isolasi. Sedangkan di Klinik Bakti Padma masih ada 17 pasien yang semuanya positif Covid-19.

“Mudah mudahan semuanya segera sembuh. Meskipun memasuki new normal, namun pemberlakuan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Jika tidak penting tidak perlu ke rumah sakit, kecuali berobat. Semua yang ke rumah sakit wajib bermasker,” ujar dr. Nugroho.

Pihaknya juga mengatakan bahwa ada kabar baik, yakni salah satu dokter tenaga medis RSUD Blora yang masih menjalani isolasi mandiri karena Covid-19 saat ini swab-nya sudah keluar negative.

“Swab negative yang pertama sudah keluar, kita tinggal nunggu swab berikutnya. Jika pemeriksaan swab berikutnya hasil negative lagi berarti bisa dipastikan sembuh. Kita doakan semoga hasilnya nanti negative,” pungkas dr. Nugroho.
(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...