Ahli Hukum Tata Negara : Begini Kedudukan UU Terhadap Aturan Dibawahnya

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Undang-undang (UU) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) adalah hukum yang paling tinggi jika dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres), Peraturan Daerah (Perda) Provinsi, serta Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten atau Kota.

Hal itu disampaikan Demas Brian W. SH.,MH, selaku Ahli Hukum Tata Negara, dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi, saat diwawancarai analisapublik.com terkait kedudukan UU dengan Aturan Dibawahnya.

Menurutnya, Hukum di indonesia memiliki herarki atau derajat dalam pemberlakuanya, salah satunya antara hukum yg lebih tinggi dengan lebih rendah.

Oleh karenanya, berkaitan dengan hal tersebut, maka urutan dari atas ke bawah yaitu UU, PP, Permen, Perda Provinsi, Perda Kabupaten atau Kota.

“Dalam uu no 12 tahun 2011, menjelaskan alur tertinggi yaitu UUD, UU, Peraturan Pemerintah, Perda prov, perda kabupaten atau kota,” ungkap Demas yang memiliki gelar master Hukum Tata Negara ini, rabu (11/6/2020).

Lebih lanjut, dosen Untag yang saat ini sedang menjalani semester akhir study Strata 3 (S3) Hukum Tata Negara ini menjelaskan jika dilihat menggunakan asas tersebut maka Perda tidak boleh bertentangan dengan UU karena derajatnya lebih tinggi UU.

Sehingga, jika ada Perda yang bertentangan dengan UU, maka Perda bisa dinyatakan tidak dapat diberlakukan dan masyarakat bisa mengajukan permohonan perubahan atau pembatalan kepada Mahkamah Agung.

“Aturan satu sama lain tidak boleh bertentangan. Sehingga andaikata ada Perda yang isinya tidak sesuai dengan UU, maka berlaku asas pemberlakuan perundangan Lex superior derogat legi inferior adalah asas penafsiran hukum yang menyatakan bahwa hukum yang tinggi (lex superior) mengesampingkan hukum yang rendah (lex inferior),” pungkas pria muda yang sebentar lagi mendapat gelar Doktor Hukum Tata Negara ini.

Caption : foto dokumen Demas Brian W. SH.,MH, selaku Ahli Hukum Tata Negara.

Pewarta : Budi Rosiono, ST


Loading...

Pos terkait

Loading...