Penyaluran BLT-DD Tahap Dua, Kadinas PMD Blora Minta Kades Perbaiki Data

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora, Hariyanto, SIP, M.Si, menerangkan bahwa pada pertengahan bulan Juni ini nanti akan dilaksanakan penyaluran bantuan sosial dampak Covid-19 berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap kedua.

“Untuk tahap pertama sudah disalurkan dengan lancar pada pertengahan Mei kemarin kepada 24.6973 KK (KPM), senilai total Rp.14.815.800.000,00, yang mana per KK menerima Rp.600.000,00. Sedangkan untuk tahap kedua ini nanti akan dilakukan Juni, yang mana Kades kami minta segera memperbaiki data pengajuan jika ada masyarakatnya yang belum masuk melalui musdes melibatkan BPD, LKMD, para pendamping dan tokoh masyarakat,” terang Hariyanto saat update di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Blora, Kamis (11/06/2020).

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan, pihaknya meminta agar pihak pemerintah desa bisa mengumumkan daftar keluarga penerima manfaat (KPM) di desanya masing-masing.

“Bisa disampaikan melalui pengeras suara di masjid atau mushola. Bisa ditempel di RT/RW atapun tempat strategi seperti papan pengumuman di desa,” ucapnya.

Dikatakannya, saat ini telah muncul Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru lagi yaitu PMK nomor 50/PMK 07/2020. Untuk PMK yang baru ini, di pasal 32 A di ayat kelima, untuk besaran dana desa, sebagaimana ayat pertama, bahwa besaran BLT DD tahap pertama sebesar Rp 600.000,00 sampai bulan ketiga berikutnya. Kemudian Rp 300.000,00 untuk bulan keempat sampai bulan keenam perKPM.

Sedangkan terkait penyaluran JPS Pemprov Jateng berupa paket sembako dari Gubernur Jawa Tengah, menurutnya di Blora ada 26 BUMDes yang ditunjuk sebagai penyedia sembako untuk JPS Pemprov Jateng tersebut. Adapun penyalurannya sudah dimulai kemarin.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, dr. Fatkhur Rokhim, menyampaikan bahwa hingga kini masih ada 2 pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD Cepu. Yang mana keduanya adalah kasus kebidanan.

“Pasien pertama adalah kasus kebidanan (ibu hamil) yang mana hasil swab-nya menunjukkan positif Covid-19, sehingga belum boleh pulang dan tetap dirawat di rumah sakit. Sedangkan pasien kedua adalah perempuan yang hasil rapid-test nya reaktif, akan ditindaklanjuti dengan pengambilan swab untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak,” ucap dr. Fatkhur.

Adapun secara kumulatif sejak akhir Maret hingga saat ini sudah ada 48 pasien di ruang isolasi, ada yang berstatus ODP, PDP dan positif Covid-19.

“Dari 48 pasien yang pernah kita rawat itu, ada juga yang meninggal namun bukan karena Covid-19, melainkan karena penyakit lain yang memang diderita oleh pasien,” lanjut dr. Fatkhur.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat agar bisa mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan berulang kali oleh pemerintah sehingga bisa menekan penularan dan persebaran Covid-19 di Kabupaten Blora.
(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...