Blora Menuju Hijau, Sekda Harap Tak Ada Penambahan Kasus Covid-19

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Sekda Blora, Komang Gede Irawadi, SE, M.Si, bersyukur karena hingga kini sudah hampir dua pekan tidak ada penambahan kasus Covid-19 yang baru. Sehingga saat ini fokus mengupayakan kesembuhan para pasien Covid-19 yang masih dirawat.

Hal ini disampaikannya selaku sekretaris GTPP Covid-19, didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Plt. Sekretaris Satpol PP Blora di Posko GTPP Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Saat ini masih ada 22 yang dirawat, 5 sembuh, 3 meninggal, sehingga total masih 30 kasus Covid-19. Sedangkan rapid-test reaktif masih ada 109, banyak berkurang karena setelah diswab ternyata negative Covid-19. Kemudian PDP masih ada 3, ODP 35, dan OTG 123 orang,” ucap Sekda, Sabtu (13/06/2020).

Sekda meminta agar masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan agar persebarannya terus ditekan. Hal ini terbukti selama hampir 2 pekan belum ada penambahan kasus.

“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada para medis yang sudah banyak bergerak dan banyak berperan dalam penanggulangan Covid-19 ini. Pasalnya hingga kini hanya ada 2 kluster penyebaran di Blora, semoga semuanya segera sembuh sehingga kasusnya bisa segera selesai,” tambahnya.

Pihaknya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran TNI, Polri, dan relawan lainnya yang terus melaksanakan edukasi kepada masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Termasuk pada donatur hingga tingkat desa.

Hal senada juga disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, yang menyatakan bahwa hingga kini jumlah kasus di Blora selama dua pekan terakhir masih tetap atau stagnan.

“Mari kita pertahankan dan kita selesaikan ini, agar Blora bisa kembali menjadi zona hijau. Saat ini Blora secara nasional masih kuning karena dinilai berhasil mengendalikan penularan sehingga tidak ada kasus baru. Sedangkan setelah dievaluasi di Provinsi, kini Blora sedikit lagi menuju hijau,” ungkap Lilik.

Kondisi ini menurutnya perlu disyukuri dan Blora bisa menyiapkan tatanan normal baru.

“Persiapan normal baru bukan berarti virusnya sudah tidak ada. Namun tetap waspada. Hampir 14 hari ini tidak ada penambahan kasus, tetapi kita tidak bisa memastikan virus ini sampai kapan ada di sekitar kita. Kita harus terus memutus transmisi virus dengan terus memantau para pendatang. Begitu juga OTG, ODP, PDP terus kita pantau agar bisa dikendalikan,” terang Lilik.

Pihaknya menegaskan bahwa normal baru harus ketat melaksanakan protokol kesehatan. Karena menurutnya Blora saat ini juga masih rentan, sehingga jangan sampai ada ledakan kasus baru ketika new normal.
(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...