Sofyan Akhirnya Terima Permohonan Damai Dengan MY

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM I Labuhanbatu
Sofyan, warga Desa Sennah akhirnya menerima permintaan permohonan perdamaian yang dilakukan MY warga sekampungnya yang pernah mengancam dirinya serta anaknya.

Perdamaian ini digelar di kantor Desa Sennah, Jum’at (13/6/2020) yang disaksikan oleh kepala Desa Sennah Horas Lumbangaol, Bhabinkamtibmas Sennah Aipda P Sitanggang, juper Bripka Simare-Mare, kedua pihak yang akan berdamai, serta pengacara Sofyan.

Dihadapan peserta yang hadir MY mengaku salah dan memohon maaf kepada Sofyan atas kelakuannya. MY juga tidak menyangka hal itu dapat terjadi.

“Saya memohon maaf kepada saudara saya ini, saya hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa, ini ke khilafan saya, sekali lagi saya memohon maaf,” sebutnya.

Sedangkan Sofyan melalui kuasa hukumnya Dr Irwansyah Ritonga, SH M.Hum meminta sawit yang pernah diangkut MY kerumahnya agar dikembalikan lagi sesuai dengan tempat pertama kali sawit itu diambilnya.

Kegiatan ini pun berlangsung dengan aman dan kondusif.

Diberitakan sebelumnya, kejadian itu bermula saat dirinya (Sofyan) membeli sawit dari Iwan sebanyak 33 tandan buah segar (tbs), kemudian datang MY ke timbangan milik Sofyan yang ada dirumahnya dan langsung menuduh bahwa buah tbs dari I adalah buah miliknya. Tak hanya menuduh saja, MY juga mengancam dengan menggunakan parang yang diarahkan di depan Sofyan beserta anaknya.

“Jadi dia menuduh saya sebagai penadah, katanya sawit miliknya hilang sebanyak 22 tbs, lalu dia nuduh saya itu sawitku, lalu dia narik parang yang diikat di pinggangnya sambil mengancam saya dengan mengangkat parang tersebut dan mengarahkannya ke saya dan anak saya, sampek mana pun jadi, bacok-bacokan pun jadilah,” ujar Sofyan menirukan bicara MY.

Pada saat itu, lanjut Sofyan, MY sangat bersikap seperti preman, sangat arogan, tak berselang lama, MY kembali lagi dengan membawa mobil pick up, dengan tujuan untuk mengangkat Sofyan yang diakui MY miliknya.

“Jadi abis itu dia pigi, pala balik lagi bawa pick up sambil bersama Polmas, tanpa permisi ke saya, dia (MY) langsung memuat sawit yang baru saya beli itu, saya udah bilang bagus-bagus, janganlah diambil itukan sawitku, tak peduli dia bang, tetap dimuatnya sebanyak 33 janjang, saya saat itu pasrahlah,” sebutnya.

Sofyan juga menambahkan, keesokan harinya pihak Polmas, Iwan, Kades mengecek kelapangan, yaitu ke ladang milik Iwan, ternyata memang benar bahwa hasilnya 22 janjang sawit milik iwan yang dijual ke Sofyan berdasarkan pengecekan dari pohon yang telah dipanen.

“Jadi saya bingung mau kekmana bang, jadi saya beranikn diri melapor ke Polsek Bilah Hilir, selain itu saya juga memakai jasa pengacara karena saya merasa ditindas, saya ingin keadilan ditegakkan,” jelasnya.

Ditempat yang sama, pengacara Sofyan Dr Irwansyah Ritonga, SH. M.Hum menyebutkan bahwa pihaknya akan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Pengancaman dengan senjata tajam serta pencemaran nama baik klien kita ini juga akan kita proses lebih lanjut,” jelasnya.

(Randi)


Loading...

Pos terkait

Loading...