Blora Zona Kuning, Kodim : Bukan Berarti Pandemi Covid-19 Reda

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora kembali menyampaikan kondisi terkini perkembangan persebaran virus Corona. Hal ini disampaikan oleh Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi, SE, selaku Wakil Ketua GTPP Covid-19 yang diwakili oleh Pasi Ops Kodim 0721/Blora, Kapten Inf. Andi Mulkan.

Kapten Inf. Andi Mulkan mengatakan bahwa hingga kini, perkembangan terbaru pandemi Covid-19 di Blora untuk OTG ada 124 orang, OPD 35 orang, PDP ada 4 orang, serta rapid-test reaktif 112 orang.

Bacaan Lainnya

“Sedangkan untuk kasus positif Covid-19 masih sama sejak dua pekan lalu, tidak ada penambahan yang artinya Blora sudah landai. Yakni total 30 kasus, rinciannya 5 sembuh, 3 meninggal dan 22 masih dirawat,” ucap Kapten Inf. Andi, Minggu (14/06/2020).

Menurutnya bukan berarti pandemi Covid-19 mulai reda, namun tetap waspada terlebih dengan mulai diberlakukannya kebijakan normal baru dari Pemerintah.

“Sesuai indikator dari Kemendagri, saat ini Blora masih zona kuning. Masjid dan tempat ibadah lainnya sudah bisa dibuka dengan protokol kesehatan, begitu juga untuk pasar, swalayan, dan sarana olahraga. Termasuk rencananya 16 Juni nanti Pasar Hewan (Pasar Pon) mulai dibuka kembali dengan mengikuti protokol kesehatan,” terang Pasi Ops.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar terus aktif memutus mata rantai persebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Kita berharap semoga Covid-19 ini bisa segera hilang agar kita semua bisa kembali beraktifitas seperti semula. Kami minta agar masyarakat terus aktif memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan patuh melaksanakan protokol kesehatan,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Penunjang Medis RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, Sutejo Haryanto, S.Kep, Ners, menambahkan bahwa di rumah sakitnya sejak bulan Maret hingga saat ini, untuk Maret-April merawat 24 orang, Mei ada 16 orang, Juni ini ada 10 orang.

“Adapun saat ini yang masih dirawat di ruang isolasi Flamboyan ada 3, dengan kondisi 1 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, dan dua lainnya adalah PDP,” ucapnya.

Menurutnya, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu juga telah menyiapkan ruangan khusus untuk melakukan penanganan pada pasien PDP atau Covid-19, yakni menyediakan ruang isolasi untuk tindakan operasi.

“Kami juga menyediakan ruang isolasi untuk persalinan ibu hamil yang rapid test nya reaktif. Sekaligus menyiapkan kamar bayi khusus yang dilahirkan oleh ibu hamil yang berstatus PDP maupun reaktif rapid-test,” pungkasnya.
(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...