Tak Hanya di Labuhanbatu, Keripik Almeera Dapat Pesanan Dari Kota Lain

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Labuhanbatu – Muhammad Nuh Nasution, pria yang sering disapa M Nuh merupakan salah satu seseorang yang keluar dari zona nyaman untuk memulai kehidupannya. Pasalnya, pria berumur 26 tahun ini memilih keluar dari salah satu perusahaan finance yang sudah jelas penghasilan perbulannya dan lebih memilih untuk benar-benar memfokuskan diri menekuni usaha dibidang makanan ringan berupa keripik singkong.

Hal ini dikatakan M Nuh kepada analisapublik.com saat berkunjung ke kediamannya di Jl Kp Sawah Kelurahan Sigambal pada Minggu (14/6/2020) pagi.

Ket foto: Istri M Nuh (kiri) dibantu oleh kakak serta adiknya saat mengupas kulit singkong

Menurutnya, usaha keripik singkong yang sudah ditekuni olehnya ini sudah berjalan selama 7 bulan yang lalu dan yang menjalankannya adalah istri serta dibantu oleh adik dan kakaknya. Hingga kini, keripik bernama Almeera ini proses produksinya sudah sebanyak 20 Kg dalam sehari. M Nuh meyakini, kedepannya dapat menyentuh hingga ke pasar yang lebih besar lagi.

Saat ini, proses pemasarannya, M Nuh menjelaskan sudah pernah menerima pesanan sampai ke luar kota, seperti Medan, Balige, Samosir. Sedangkan untuk Rantauprapat sendiri, M Nuh memajang jajanan keripik ini di warkop-warkop, penjual jus, grosir serta memanfaatkan media sosial fb dan lainnya.

“Kebanyakan kita menerima pesanan bang karena sering kita post di media sosial, pesanan dari kawan-kawan, alhamdulillah respon pembeli bagus terhadap kita,” sebutnya.

M Nuh kembali menceritakan bahwa proses pembuatannya tidak terlalu rumit, dengan modal yang minim sudah dapat menjalankan usaha tersebut. Sedangkan harganya bervariasi, yaitu, keripik singkong original 30.000/ kg, sedangkan yang rasa Balado 35.000/kg.

“Bisa juga beli perbungkus bang, yang rasa original 8000 dan rasa Balado 10.000 perbungkus, untuk pemesanan dirantauprapat kita free ongkir bang,” jelasnya.

(Randi)


Loading...

Pos terkait

Loading...