Ini Tanggapan Kadis Dispendukcapil Banyuwangi, Terkait Insiden Mengamukanya Pelni Rumpis

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Kepala Dinas (Kadis) Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banyuwangi, Djuang Pribadi, angkat bicara terkait adanya insiden mencekam di kantor satuan kerjanya.

Menurutnya, pihaknya tidak ada niatan menghambat proses yang diajukan oleh pemohon (Pelni Rumpis), hanya saja sesuai regulasi yang ada, jika ingin melakukan perubahan nama harus dilampirkan putusan dari pengadilan.

Sedangkan pemohon tidak melampirkan putusan pengadilan, sehingga membutuhkan waktu untuk membantu mencarikan solusi dengan tidak melanggar regulasi yang ada.

“Ada pemohon yang mengajukan perubahan nama, sebenarnya kita ingin membantu, tidak ada niat untuk menghambat seseorang karena pertimbangan kita jangan sampai dokumen yang sudah kita keluarkan berubah-berubah lagi. Karena sekarang semua institusi kan mengacunya pada data NIK (Nomor Induk Kependudukan).

“Makanya bagi masyarakat yang ingin melakukan perubahan jika ada kekeliruan kita bantu, tapi kalau sudah mendasar sekali misalnya tentang perubahan nama, ya harus sesuai aturan lah dalam perubahannya. Gak ujug-ujug (tidak sekita) dong, kalau memang persyaratannya lengkap ya langsung jadi dalam sehari.

“Dalam perubahan nama, sesuai aturan harus melampirkan putusan pengadilan, karena menyangkut semua dokumen yang ada,” jelasnya sesaat pasca kejadian, selasa (16/6/2020).

Lebih lanjut, Djuang juga menerangkan jika adanya insiden tersebut pihaknya belum menentukan akan mengambil langkah apa, hanya saja pihaknya mengubungi aparat kepolisian untuk mengantisipasi situasi keamanan tempat kerjanya.

“Kami belum menentukan langkah apa yang akan kami ambil, saat ini hanya untuk mengantisipasi keamanan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pelni Rumpis meluapkan emosinya dengan mengamuk di kantor Dispenduk Capil Banyuwangi lantaran merasa kecewa terhadap pelayanan atas proses perubahan nama yang ia ajukan.

(Pewarta : Budi Rosiono)


Loading...

Pos terkait

Loading...