Asah Kemampuan Prajurit, Kodim Blora Gelar Latbakjari Triwulan II 2020

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – TNI harus memiliki kemampuan tempur yang selalu terbina dengan baik. Untuk menguasai tempur, salah satunya adalah kemampuan menembak yang wajib dikuasai oleh seorang prajurit. Untuk mampu menguasai kemampuan ini tentunya dibutuhkan latihan yang dilakukan secara terarah, bertingkat dan berlanjut.

Terkait hal tersebut, Kodim 0721/Blora melalui program Binlat Bidang Operasi yang sudah ditentukan dalam kalender waktu latihan, kembali menggelar latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) Triwulan II tahun 2020 bertempat di lapangan tembak Baladewa Yonif 410/Alg. Untuk latihan triwulan ini di laksanakan dua hari dengan materi senapan M-16 dan Pistol, Selasa (16/06/2020).

Bacaan Lainnya

Komandan Latihan (Danlat) Kapten Inf Darmanto menjelaskan hal yang paling utama dalam Latbakjatri adalah faktor keamanan.

“Sebaik apapun hasil sebuah latihan tidak akan berarti jika terjadi cidera ataupun hal-hal yang tidak diinginkan. Namun sebaliknya, jika latihan berjalan dengan aman dan lancar maka itu adalah sebuah indikator keberhasilan latihan,” ucap kapten Darmanto

Sementara itu, Kapten Czi Sundiro sebagai Perwira Koordinator menekankan kepada seluruh prajurit yang saat ini sebagai peserta latihan, agar bersikap disiplin dengan mematuhi segala instruksi dari petugas yang sudah ditunjuk oleh Koordinator. Selaku koordinator, pihaknya memerintahkan agar semua yang hadir mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak, menggunakan masker dan cuci tangan menggunakan sabun.

“Patuhi segala mekanisme latihan, agar kita semua aman dan selamat. Karena saat ini masih dalam situasi Covid-19,” kata kapten Sundiro.

Sebelum Latbakjatri dimulai, para peserta kembali diingatkan oleh Pasi Ops Kapten Inf Andi Mulhan dengan pelajaran teori dasar menembak yang disampaikan. Hal ini dilakukan untuk menyegarkan kembali hal mendasar dari teknik menembak yang benar.

“Dengan adanya pemahaman yang baik tentang ilmu dasar menembak, diantaranya sinkronisasi dari pengaturan nafas, teknik bidik yang benar, teknik menekan picu dan pegangan teguh. Dengan pemahaman dasar ini, diharapkan para prajurit akan mampu mengaplikasikanya dalam latihan, sehingga sasaran ataupun tujuan latihan dapat dicapai sesuai yang diharapkan satuan,” jelasnya.
(Arifin/PndBla)


Loading...

Pos terkait

Loading...