Pasien Covid-19 di Blora Dijemput Paksa Keluarga dan Ratusan Warga

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Klinik Bhakti Padma yang merupakan tempat isolasi pasien Covid-19 di kabupaten Blora didatangi ratusan warga dari berbagai daerah.

Kedatangan mereka bersama keluarga pasien covid-19 di Klinik yang berada di lokasi Jalan Blora-Randublatung KM 4 Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo, Blora tersebut untuk menjemput paksa pasien yang dirawat di klinik, Selasa (16/06/2020).

Bacaan Lainnya

Umar Abdul Aziz, perwakilan keluarga pasien mengatakan bahwa sejumlah orang yang dirawat didominasi santri Temboro, Magetan (Jatim). Dia menilai, proses isolasi sudah berlangsung terlalu lama yakni lebih dari satu bulan.

“Anak-anak sudah terlalu lama dirawat di sini. Ada yang sudah dirawat sampai satu bulan, 40 hari dan bahkan ada yang dua bulan masih dirawat di sini, tapi tidak ada perkembangan,” ucapnya dihadapan para awak media.

Mereka menilai, anak-anaknya bisa terkena penyakit lain jika terlalu lama menjalani isolasi. Selain itu, mereka memaksa 14 anggota keluarga yang dirawat untuk dipulangkan dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Masih menurut Umar, sebagian anggota keluarga mengaku jenuh karena tidak ada informasi kesembuhan pasien Covid-19. Bahkan mereka seakan tidak percaya hasil medis.

“Mungkin nanti malah penyakitnya nambah yang lain ya. Padahal sudah dua bulan, hasil tes swab enggak selesai-selesai,” ujarnya.

Oleh sebab itu, menurut Umar, keluarga memutuskan agar anak-anak dirawat di rumah. Pihak keluarga juga siap menjalankan protokol kesehatan yang diminta oleh pihak rumah sakit.

“Pihak keluarga sudah tanda tangan di atas materai dengan kesanggupan menjalankan protokol kesehatan. Anak yang masih positif COVID akan diisolasi secara mandiri dan tidak akan berkeliaran sampai benar-benar tes swab mereka menunjukkan negatif,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kericuhan, puluhan aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi. Petugas melarang selain pasien dan tim medis untuk masuk klinik.

Setelah dilakukan dialog dengan petugas klinik, akhirnya 16 pasien Covid-19 tersebut dipulangkan dengan protokol kesehatan ketat.

Sementara itu, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG mengungkapkan bahwa dari 16 pasien yang memaksa pulang, sebanyak 13 di antaranya positif melalui tes swab. Dia pun meminta keluarga pasien menerapkan isolasi ketat untuk mencegah penularan Covid-19. Sedangkan di klinik tinggal satu pasien (66) dari kluster Perumda, yang sebelumnya berjumlah 17 pasien yang dirawat.

“16 pasien ini merupakan dari klaster Temboro. 13 orang masih dinyatakan positif swab dan 3 orang (sempat positif Corona) sudah dinyatakan negatif swab. Semua dipulangkan. Alasannnya, karena sudah jenuh dan dikhawatirkan malah berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh mereka. Jadi nanti orang tua yang perlu mengisolasi ketat,” katanya.

Nugroho mengatakan pihaknya sudah memberi pengertian kepada keluarga pasien bahwa membawa pulang pasien yang masih hasil swab-nya masih positif sangat membahayakan.

“Namun yang terjadi mereka tetap meminta paksa agar pasien itu dibawa pulang, apapun syaratnya mereka menyanggupi. Ya mau gimana lagi, dari pada terjadi keributan. Kita perbolehkan,” jelasnya.
(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...