Sempat Stagnan Dua Pekan, Kasus Covid-19 di Blora Bertambah 10 Orang

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora kembali melakukan update data perkembangan persebaran virus Corona. Kali ini, update disampaikan oleh Kajari Blora selaku Wakil Ketua GTPP Covid-19, yang diwakili oleh Kasi Pidana Kejari Blora, Rendy Indro, SH, MH.

Kasi Pidana Rendy Indro, SH, MH, menyampaikan bahwa hari ini ada penambahan 10 kasus Positif Covid-19 yang terkonfirmasi lewat tes swab laboratorium PCR.

Bacaan Lainnya

“Jumlah komulatif jadi 40 dengan rincian 31 dirawat, 6 sembuh dan 3 meninggal. Sedangkan reaktif rapid-test turun menjadi 69, PDP masih ada 6 yang diawasi, ODP ada 27 yang dipantau, dan OTG ada 88,” ucap Rendy, Selasa (16/06/2020).

Menurutnya, dengan adanya penambahan kasus covid-19 ini, pihaknya mengajak kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan adanya penambahan ini, berarti masih ada potensi penularan di Kabupaten Blora. Oleh karena itu, untuk kesekian kalinya kami minta agar terus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat agar penularan dan persebaran virus ini bisa ditekan,” imbuhnya.

Khusus untuk pelayananan hukum di Kejari Blora, dirinya menyampaikan bahwa masih dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan. Bagi masyarakat yang mendapat surat panggilan untuk memberikan keterangan atau pembuatan berita acara pemeriksaan dipersilahkan datang.

Adapun Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, menjelaskan adanya 10 kasus Covid-19 yang baru diketahui setelah 32 hasil pemeriksaan swab keluar hari ini.

“Kita prihatin hari ini ada 32 hasil pemeriksaan swab yang turun, hasilnya ada 10 yang positif Covid-19, sisanya 22 negatif. Jadi jumlah komulatif ada 40 kasus, kemarin 30. Rinciannya dari 40 ini ada 3 meninggal, sembuh tambah 1 dari tenaga medis, jadi total sembuh ada 6, 31 dirawat,” ucap Lilik Hernanto.

Dari penambahan 10 kasus Covid-19 yang baru ini, menurutnya berasal dari 8 orang tanpa gejala (OTG) dari rapid test massal di Pasar, dan Fasilitas umum lainnya, sedangkan 2 orang lainnya adalah ODP (ibu akan melahirkan dan satu punya penyakit penyerta).

“Dari pedagang Pasar Sido Makmur ada 2 pedagang yang positif, selebihnya tersebar. Dari 10 kasus ini Kecamatan Blora 3, Tunjungan 4, Banjarejo 1, dan Cepu 2,” ungkap Lilik Hernanto.

Hal ini menurutnya menjadi peringatan agar masyarakat hati-hati, karena masih ada penularan di Kabupaten Blora. Warga diminta lebih berhati-hati karena Blora ternyata belum aman.

“Kendalanya memang lamanya waktu hasil swab yang turun, sehingga menjadi kesulitan kita untuk mengetahui positif atau tidaknya. Walaupun kesepuluh kasus baru ini semuanya sudah melakukan isolasi mandiri. Semuanya merupakan hasil tracking dari kasus kasus sebelumnya termasuk kontak penderita,” tambahnya.

Lilik juga menjelaskan bahwa hari ini ada keluarga dari pasien Covid-19 kluster Temboro yang datang ke Klinik Bakti Padma untuk menjemput paksa guna meminta isolasi diri mandiri di rumah.

“Ada beberapa yang protes ingin menjemput pasien yang sudah lama menjalani isolasi dan belum sembuh-sembuh di Klinik Bakti Padma. Memang ini butuh kesabaran yang luar biasa termasuk kondisi psikis. Kalau memang memaksa untuk isolasi mandiri di rumah, syaratnya satu harus disiplin ketat jangan sampai keluar rumah,” tegas Lilik.

Menurutnya, keluarga harus mengawasi dengan ketat dan dikontrol oleh petugas. Kalau belum dinyatakan sembuh secara pemeriksaan swab sebanyak dua kali berturut turut maka harus tetap menjalankan isolasi.

“Sembuh itu secara klinis dan secara laboratoris. Memang secara klinis tubuhnya sehat, namun secara laboratoris pasien masih mengandung virus di dalam tubuhnya. Apalagi banyak pasien kita berasal dari orang tanpa gejala atau OTG yang tubuhnya sehat. Ini yang bahaya jika keluar rumah bisa menulari yang lain. Kalau memang memaksa pulang, isolasi diri di rumah, maka pengawasannya harus ketat,” lanjutnya.

Selama menjalani isolasi diri di rumah, pihaknya memastikan akan terus memantau sambil menunggu hasil swab selanjutnya.

“Kami dari tim gugus selalu mengingatkan agar tidak mendiskriminasi mereka. Meskipun PCR positif, selama kita tidak jabat tangan, tidak kontak langsung, jaga jarak, pakai masker, tetap aman. Tidak takut berlebihan dan tidak dikucilkan. Ini penting. Mereka justru harus dibantu dengan dukungan sosial dari tetangga. Ini menjadi obat yang bagus bagi mereka yang menjalani isolasi di rumah agar psikisnya membaik. Kami ingatkan lagi, mereka semua adalah saudara kita. Harus didukung, dan disupprot. Dukungan seperti ini secara ilmiah 85 persen bisa mempengaruhi proses penyembuhan mereka,” pungkasnya.
(Arifin)


Loading...

Pos terkait

Loading...